Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Proyek BTS BAKTI Kominfo Ditarget Rampung 4.200, Saksi Sebut yang Selesai Hanya 668

Nur Khabibi , Jurnalis-Selasa, 25 Juli 2023 |14:12 WIB
Proyek BTS BAKTI Kominfo Ditarget Rampung 4.200, Saksi Sebut yang Selesai Hanya 668
Sidang kasus korupsi BTS Kominfo (foto: dok MPI/Khabibi)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Divisi Lastmile/Backhaul BAKTI, Mufiammad Feriandi Mirza menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Dalam persidangan, Mirza menyebutkan Kominfo mendapat tugas membangun tower sebanyak 7.904 dari 12 ribu tower. Total jumlah itu kemudian direncanakan pembangunan sebanyak 4.200 tower pada tahap pertama yang ditargetkan selesai pada Agustus 2021.

"Untuk 31 Desember 2021 yang selesai sampai on air/ada sinyal itu 668," kata Mirza di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2023).

Karena masih jauh dari target yang ditentukan, kemudian dilakukan addendum hingga 31 Maret. Meski demikian, tower yang sudah berfungsi jumlahnya tidak mencapai dari 4.200.

"On air (mengeluarkan sinyal) itu sebanyak 1.795," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri heran dengan penjelasan Mirza yang menyebut pengerjaan proyek BTS Bakti Kominfo tidak melibatkan ahli. Padahal, kata Fahzal, proyek tersebut menelan anggaran negara sangat besar yakni Rp10,8 triliun.

"Ini anggaran bukan miliaran atau juta, Rp10 triliun. Masa setahu saudara tidak melibatkan tenaga ahli. Lalu, siapa yang menentukan sampai Rp2,6 miliar satu tower dengan perangkatnya?," tanya Hakim Fahzal Hendri ke Mirza di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2023).

"Kalau tadi, Rp2,6 miliar itu berdasarkan kontrak hasil lelangnya ya," jawab Mirza.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement