Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pangeran Diponegoro Lakukan Perjalanan Laut dengan Penuh Derita, Ikhlas jika Harus Meninggal

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 28 Juli 2023 |07:01 WIB
Kisah Pangeran Diponegoro Lakukan Perjalanan Laut dengan Penuh Derita, Ikhlas jika Harus Meninggal
Pangeran Diponegoro (Foto: Istimewa/Okezone)
A
A
A

Dalam pertemuan-pertemuan ini—“percakapan di atas tikar jerami” menurut pengakuan Knoerle, Pangeran mengajaknya bercerita tentang banyak hal, di antaranya tentang sejarah dan mitologi Jawa hingga sejarah Eropa terkini.

“Apakah sudah menjadi kebiasaan di Eropa”, tanya Diponegoro, “untuk mengasingkan seorang pemimpin yang kalah perang ke sebuah pulau terpencil dan memutus hubungannya dengan semua kaum kerabatnya?”

Knoerle menjawab dengan mengutip contoh Napoleon (1769-1821), yang seperti Pangeran persis berusia 44 tahun saat pertama kali diasingkan (Maret 1814), tetapi dilakukan “dengan cara yang baik, sehingga tidak meninggalkan kenangan yang menyakitkan”.

Diponegoro juga mengenang masa silam hidupnya, terutama pengalamannya di masa Perang Jawa, yang didorong oleh arahan pertanyaan Knoerle, sebab catatan harian itu memang disusun sebagai laporan intelijen bagi gubernur jenderal (Knoerle 1835:135-80).

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement