Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perjalanan Panjang Pengembalian Barang Bersejarah Hasil Jarahan Belanda ke Indonesia

Raniah Tamarisha , Jurnalis-Selasa, 01 Agustus 2023 |07:00 WIB
Perjalanan Panjang Pengembalian Barang Bersejarah Hasil Jarahan Belanda ke Indonesia
A
A
A

Setelah barang pertama dikembalikan, pemerintah Indonesia juga mengajukan ratusan artefak untuk dikembalikan. Kemudian secara bertahap benda bersejarah lainnya dikembalikan seperti pelana kuda Pangeran Diponegoro dan naskah negarakertagama yang diambil dari lombok pada masa itu.

“Kemudian disusul dengan tongkatnya Pangeran Diponegoro. Kemudian yang sebelumnya ada keris Pangeran Diponegoro yang Kyai Nogo Siluman itu, kemudian ada ratusan atau ribuan mungkin benda koleksi museum Delft di Belanda telah dikembalikan ke Indonesia walaupun proses nya rumit sekali,” katanya.

Terdapat jarak waktu yang jauh dari dikembalikannya benda sejarah sejak permintaan pertama yaitu pada tahun 1949 yang kemudian direalisasikan pada tahun 1975. Benda-benda sejarah tersebut terakhir dikembalikan pada tahun 2021 lalu.

“Jadi sebetulnya permintaan itu sudah lama, perjanjian dari tahun 75 yang sudah disepakati itu belum semua dikembalikan dan belum direalisasikan. Hal ini dikarenakan pemerintah Belanda bersikukuh dan benda-benda itu berada di museum-museum yang berbeda dan setiap museum punya kebijakan sendiri,” ucapnya.

Margana mengatakan masih ada sekitar 140 ribuan barang yang belum dikembalikan oleh Belanda. Benda tersebut merupakan benda-benda kecil seperti gelang, keris, dan macam-macam perhiasan yang berukuran kecil.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement