JAKARTA- Deretan kasus polisi yang menembak sesama polisi semakin marak terjadi. Hal ini bisa disebabkan banyak motif diantaranya dari kecemburuan, dendam, hingga guna menutupi kasus lain.
Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah deretan kasus polisi tembak polisi yang pernah terjadi di Indonesia.
1. Kasus Penembakan di Polres Jombang, 2005
AKP Ibrahim Gani mengalami luka parah setelah ditembak rekannya, Iptu Sugeng Triyono pada Rabu (27/4/2005) di Polres Jombang, Jawa Timur. Korban ditembak sebanyak dua kali dimana salah satu peluru berhasil mengenai dada kiri hingga menembus ketiak.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Swadana Jombang sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Di sisi lain, Iptu Sugeng melakukan bunuh diri dengan menembak kepalanya seusai melakukan aksi tersebut.
2. Kasus Penembakan Atasan, 2007
Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, Ajun Komisaris Besar Polisi Lilik Purwanto tewas setelah ditembak bawahannya, Brigadir Satu Hance pada Rabu (14/3/2007). Alasan penembakan tersebut diduga karena Hance kecewa pada atasan lantaran dipindah tugaskan ke Polres Kendal.
3. Kasus Penembakan Kepala Rumah Sakit 2013
Kombes Dr Purwadi selaku Kepala Rumah Sakit Tingkat II Ujung Pandang Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel ditembak oleh Briptu Ishak Trianda pada Sabtu (6/6/2013). Total, terdapat tiga peluru yang bersarang di tubuh Purwadi, tepatnya di dada kiri, selangkangan kiri, serta paha kiri.
Alasan penembakan tersebut adalah karena Ishak kecewa pada Purwadi yang kurang memperhatikan tata kelola proyek perluasan rumah sakit. Proyek tersebut dianggap menyusahkan para penghuni asrama polisi yang dipisahkan oleh tembok. Terlebih lagi, Purwadi juga melontarkan kata-kata kurang pantas sehari sebelum penembakan yang memicu kemarahan Ishak.
4. Baku Tembak Polisi 2014
Anggota Tim Buser Sat Reskrim Polresko Jatiuwung, Bripka Lasmidi terlibat baku tembak dengan anggota Satreskrim Polsek Metro Tigaraksa, Aipda NBB.
Baku tembak tersebut terjadi lantaran kedua anggota polisi tersebut memiliki tugas penangkapan yang saling berkaitan. Namun ketidaktahuan dari keduanya membuat Lasmidi dan Aipda NBB tanpa sengaja terlibat baku tembak. Akibat hal tersebut, Lasmidi harus menahan sakitnya timah panas yang mengenai dada kirinya.
5. Polisi Baku Tembak Saat Tawuran 2019
Brigadir Rangga Tianto melepaskan tujuh tembakan secara membabi buta kepada Bripka Rahmat Effendy. Akibat hal tersebut, Bripka Rahmat langsung tewas seketika sesaat setelah tujuh peluru itu bersarang di dada, leher, paha, serta perutnya.
Penembakan tersebut dilatarbelakangi oleh Bripka Rahmat yang mengamankan pelaku tawuran berinisial FZ beserta celurit sebagai barang bukti. Namun ternyata FZ adalah keponakan Brigadir Rangga yang mana saat dirinya meminta FZ untuk dibebaskan, Bripka Rahmat menolaknya dengan nada tinggi.
6. Adu Mulut Polisi 2019
Aiptu P yang tengah membersihkan senjata terlibat adu mulut dengan Aipda NS, Jumat (8/11/2019) di Polsek Sirenje, Donggala, Sulawesi Tengah. Seketika, Aiptu P menembak rekannya dan mengenai bagian rahang. Lantaran panik, Aiptu P juga kemudian menembak dirinya sendiri. Keduanya kemudian segera dibawa dilarikan ke RS Bhayangkara, Polda Sulawesi Tengah untuk mendapat perawatan.
7. Kasus penembakan di Lombok Timur, 2021
Seorang polisi di Lombok Timur, Briptu HT harus meregang nyawa setelah ditembak rekannya, Bripka MN pada Senin (25/10/2021). Pada saat itu, pelaku secara diam-diam mengambil senjata laras panjang V2 dan menuju ke rumah korban.
Sesampainya di rumah, pelaku langsung masuk dan menembak korban yang masih mengenakan haduk. Setelah itu, pelaku segera meletakan kembali senjata yang diambilnya dan bertugas seperti biasa.
8. Kasus Penembakan di Lampung, 2022
Bhabinkamtibmas Way Pengubuan, Lampung Tengah, Aipda Ahmad Karnain tewas di rumahnya setelah ditembak oleh rekannya, Aipda Rudi Suryanto. Motif penembakan ini adalah karena dendam Rudi terhadap Karnain.
Puncak kemarahan Rudi yang membuatnya memutuskan menembak temannya adalah karena Karnain menyebarkan informasi bahwa istri Rudi belum membayar uang arisan online di grup whatsapp.
9. Kasus pembunuhan Brigadir J, 2022
Brigadir J tewas ditembak oleh rekan-rekannya pada 8 Juli 2022 silam. Pelaku penembakan tersebut adalah Bharada E yang melakukannya atas perintah Ferdy Sambo. Guna menutupi hal tersebut, Ferdy Sambo dan kolega membuat skenario palsu dengan menyabotase semua barang bukti.
Kasus pun mulai menemui titik terang setelah ditemukan banyak luka tak wajar di tubuh Brigadir J. Dan setelah di otopsi, kasus pembunuhan berencana itu pun perlahan mulai terungkap.
10. Kasus penembakan di Densus 88, 2023
Terbaru, salah seorang anggota Densus 88, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage tewas tertembak oleh rekannya di Rumah Susun (Rusun) Polri, Cikeas, Gunung Putri, Bogor pada Minggu (23/7/2023).
Berdasarkan rilis resmi, diketahui tindak pidana tersebut terjadi karena kelalaian petugas. Saat ini Bripda IMS dan Bripka IG telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun kasus ini masih terus dalam penyidikan oleh Propam Polri dan Reskrim.
Itulah deretan kasus polisi tembak polisi yang pernah terjadi di Indonesia.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.