Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Ungkap Sudah Geledah Rumah Para Penyuap Kabasarnas Henri Alfiandi

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Kamis, 03 Agustus 2023 |08:56 WIB
KPK Ungkap Sudah Geledah Rumah Para Penyuap Kabasarnas Henri Alfiandi
Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri. (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyebut bahwa tim penyidik sudah melakukan penggeledahan di rumah kediaman para penyuap Kepala Basarnas (Kabasarnas) periode 2021-2023 Marsekal Madya (Marsdya) TNI, Henri Alfiandi.

Adapun, para tersangka penyuap Henri Alfiandi yakni, Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati, Mulsunadi Gunawan (MG); Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati, Marilya (MR); dan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil (RA).

"Untuk penggeledahan, informasi yang kami terima untuk pihak pemberi dari swasta sudah pernah dilakukan oleh tim penyidik KPK," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (3/8/2023).

 BACA JUGA:

Ali mengaku masih belum mendapat informasi lebih detail dari tim penyidik ihwal apa saja yang diamankan hasil penggeledahan di rumah kediaman para penyuap Henri Alfiandi tersebut.

Sementara itu, diakui Ali, tim penyidik lembaga antirasuah belum melakukan penggeledahan di rumah tersangka Henri Alfiandi dan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto, serta kantor Basarnas.

Rencananya, pengeledahan di sejumlah lokasi tersebut akan dilakukan bersama dengan penyidik dari Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Sebab, kata Ali, KPK dengan Puspom TNI sudah sepakat untuk joint investigation dalam penanganan kasus dugaan suap Kabasarnas Henri Alfiandi.

"Tentu ke depan karena kita sudah sepakat akan dilakuan secara bersama-sama, nanti kami koordinasikan lebih lanjut dari penyidik puspom TNI," pungkasnya.

 BACA JUGA:

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Basarnas RI Tahun Anggaran 2021-2023. Kelima tersangka tersebut yakni, Kepala Basarnas (Kabasarnas) periode 2021-2023 Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi (HA).

Kemudian, Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kepala Basarnas Letnan Kolonel Adm, Afri Budi Cahyanto (ABC); Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati, Mulsunadi Gunawan (MG); Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati, Marilya (MR); dan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil (RA).

Henri Alfiandi dan Afri Budi Cahyanto diduga telah menerima fee atau suap sebesar Rp88,3 miliar dari para pengusaha penggarap proyek di Basarnas sejak 2021-2023. Sebagian uang suap tersebut berasal dari Mulsunadi, Marilya, dan Roni Aidil.

Adapun, proyek yang dibancak Henri dan Afri di tahun 2023 di antaranya, pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar; pengadaan public safety diving equipment dengan nilai kontrak Rp17,4 miliar; serta pengadaan ROV untuk KN SAR Ganesha (Multiyears 2023-2024) dengan nilai kontrak Rp89,9 miliar.

KPK kemudian menyerahkan dua orang tersangka yakni Henri dan Afri kepada Puspom Mabes TNI untuk diselesaikan proses hukumnya. Sedangkan Roni Aidil, Marilya, dan Mulsunadi Gunawan sebagai pihak pemberi suap diproses hukum di KPK.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement