Selain itu, kata Aam, wilayah Papua merupakan dataran tinggi sehingga udara dingin di malam hari akan membawa kabut es sehingga merusak tumbuhan khususnya umbi-umbian yang menjadi sumber makanan utama masyarakat Papua.
“Jadi ketika di daerah dataran tinggi Papua itu udaranya sangat dingin pagi-pagi atau malam itu ada kabut sangat dingin kabut es dan biasanya di tanah itu seperti yang terjadi di Dieng itu ada butiran es, ada kabut upas jadi ada butiran es, nah ini yang kemudian membuat tumbuhan (rusak),” kata Aam.
Pada saat terjadi di periode Juli sampai Agustus ini seperti ini yang terjadi sehingga ketika butiran es itu setiap malam atau setiap pagi muncul dia akan menggembosi umbi-umbian yang ada di dalam tanah itu yang menjadi sumber makanan utama di Papua.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.