Dalam sebuah surat yang dilihat oleh AFP pada Selasa (8/8/2023), para pemimpin kudeta mengatakan keamanan kelompok tersebut tidak dapat dijamin karena "kemarahan dan pemberontakan publik" atas sanksi yang dijatuhkan oleh Ecowas.
Ecowas telah memberi para pemimpin kudeta Niger waktu sampai Minggu (6/8/2023) untuk mundur dan mengembalikan Bazoum ke kursi kepresidenan. Mereka juga akan bertemu pada Kamis (10/8/2023) untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Junta Niger telah menunjuk mantan menteri keuangan negara itu, Ali Mahaman Lamine Zeine, sebagai Perdana Menteri (PM) baru setelah kudeta.
Zeine menggantikan Mahamadou Ouhoumoudou, yang berada di Eropa selama kudeta.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.