JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani yang bertindak sebagai Presiden ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) 2023 menekankan mengenai ASEAN Solidarity dalam sidang tersebut.
Menurutnya, penting bagi parlemen negara-negara ASEAN untuk responsif dan tanggap dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global.
"Saya mengajak seluruh delegasi parlemen anggota AIPA yang hadir, untuk bersama-sama mengedepankan semangat ASEAN solidarity. Dengan demikian, sidang diharapkan dapat berlangsung dengan produktif dan kita semua dapat menghasilkan konsensus di akhir pertemuan," kata Puan dalam keterangannya yang dikutip.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan di hadapan parlemen-parlemen negara ASEAN yang hadir dalam Sidang Umum AIPA ke-44 di Jakarta. Puan mengajak anggota AIPA untuk lebih solid, mencari persamaan di antara negara-negara ASEAN, dan berupaya memperkecil perbedaan.
Isu tersebut dianggap mampu mempersatukan negara di Asia Tenggara dalam menghadapi persoalan geopolitik di kawasan. Menurut Pengamat Hubungan Internasional, Anton Aliabbas pernyataan Ketua DPR yang mendorong ASEAN solid dalam merespons dinamika geopolitik kawasan tentu saja semakin memberi kesan bahwa menjaga sentralitas ASEAN adalah krusial.
Sidang Umum AIPA ke-44 berlangsung sejak 5 sampai 11 Agustus mendatang yang dihadiri oleh Ketua dan Anggota Delegasi Anggota AIPA minus Myanmar, Sekretaris Jenderal AIPA, 18 negara observer dan tamu, serta 10 organisasi internasional.
Event bergengsi di ASEAN itu merupakan salah satu puncak keketuaan DPR RI di AIPA, sejalan dengan keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023. Bertindak sebagai tuan rumah, DPR RI mengusung tema 'Responsive Parliaments for a Stable and Prosperous ASEAN' yang merupakan komitmen parlemen ASEAN untuk ikut menciptakan perdamaian dan kesejahteraan di Asia Tenggara.
Dalam berbagai kesempatan pada Sidang AIPA ke-44, Puan terus mengajak parlemen anggota AIPA untuk lebih solid mengingat ada banyak tantangan multi-dimensi yang dihadapi oleh negara-negara Asia Tengggara. Salah satu hal yang disampaikan Puan adalah pentingnya AIPA berkontribusi menurunkan ketegangan (geopolitical tension) akibat persaingan antara kekuatan besar di Asia Tenggara.
Pernyataan Puan, kata dia, harus direspons oleh parlemen-parlemen ASEAN. Posisi Puan sebagai Presiden AIPA 2023 memiliki peranan besar untuk semakin didengar oleh kalangan pemimpin di Asia Tenggara.
"Sebab, dinamika geopolitik kawasan membuka ruang yang semakin besar terjadinya polarisasi antara pro Washington versus pro Beijing. Dan jika polarisasi ini menguat tentu akan dapat berdampak pada kohesivitas ASEAN itu sendiri," kata Anton, dikutip Rabu 9 Agustus 2023.
Ia menambahkan, pelibatan parlemen terhadap persoalan-parsoalan global akan memberikan dampak krusial untuk masyarakat internasional. Parlemen, sambungnya, dapat memberi solusi persoalan di kawasan karena memiliki peran dalam menyambung suara rakyat yang merasakan kegelisahan akibat berbagai krisis, misalnya dalam isu perdamaian, defisit pembangunan serta perubahan iklim seperti yang disampaikan Puan.
"Peran Parlemen perlu dikuatkan dalam mengambil peran terhadap tantangan di ASEAN. Dalam pertemuan bersama Parlemen Asia Tenggara, sudah tepat Puan menyatakan bahwa Parlemen perlu terlibat menangani berbagai permasalahan internasional, karena berbagai krisis global telah berdampak bagi rakyat," tuturnya.