JAKARTA - Dalam konstruksi masyarakat yang berkeadilan sosial dan berkeadilan gender, setiap individu memiliki peran penting untuk membangun dan mengembangkan negara, termasuk individu yang berkebutuhan khusus atau disabilitas.
Di Indonesia, peran individu disabilitas dalam pembangunan bangsa seringkali belum mendapatkan sorotan yang cukup. Meskipun demikian, dengan bertambahnya kesadaran tentang hak dan potensi individu disabilitas, pola pikir ini mulai berubah.
Angkie Yudistira, seorang aktivis hak-hak penyandang disabilitas, berbicara tentang pentingnya peran penyandang disabilitas dalam pembangunan Indonesia.
"Dalam bukunya yang keempat, kata pengantar ditulis oleh presiden, menekankan bahwa peran penyandang disabilitas tuh penting untuk pembangunan negara," ujar Angkie, dalam Special Dialogue Okezone, pada kamis (17/8/2023)
Konsep inklusi telah menjadi prinsip utama dalam kepemimpinan Indonesia saat ini. "Bagaimanapun lingkungan inklusi ini adalah kepemimpinan Indonesia adalah kepemimpinan inklusi. Ini adalah pernyataan yang juga ditegaskan oleh presiden pada saat G-20. Kepemimpinan yang inklusi adalah bukti bahwa Indonesia merangkul semua pihak," katanya.
Angkie menegaskan bahwa ini mencakup perempuan, disabilitas, lansia, dan kelompok-kelompok rentan lainnya seperti pemuda dan pengangguran. Prinsipnya adalah "no one is left behind", tidak ada satupun yang boleh tertinggal.
Hal ini menegaskan pentingnya peran penyandang disabilitas dalam pembangunan bangsa, karena penyandang disabilitas juga merupakan aset sumber daya manusia negara. Mereka memiliki potensi yang sama untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya negara jika diberikan kesempatan dan fasilitas yang setara.