Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menko PMK Lapor ke Wapres, Angka Kemiskinan Ekstrem Turun Jadi 1,12%

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 18 Agustus 2023 |18:17 WIB
Menko PMK Lapor ke Wapres, Angka Kemiskinan Ekstrem Turun Jadi 1,12%
Muhadjir Effendy (Foto: BPMI Setwapres)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy lapor kepada Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin saat ini angka kemiskinan ekstrem di angka 1,12%. Muhadjir mengatakan angka ini mengalami penurunan 0,62% dibandingkan September 2022 di angka 1,72 persen%.

"Alhamdulillah kemiskinan ekstrem yang itu memang sedang menjadi fokus perhatian kita, itu mengalami penurunan 0,62 persen dalam waktu 6 bulan. Jadi per September 2022 sampai Maret 2023, angka kemiskinan ekstrem kita turun dari 1,72 persen sekarang menjadi 1,12 persen," ujar Muhadjir di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (18/8/2023).

 BACA JUGA:

Muhadjir mengatakan saat ini pemerintah terus melakukan berbagai intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Karena itu, dia optimistis Pemerintah dapat mencapai target penurunan kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024.

"Mudah-mudahan survei September nanti, angka kemiskinan ekstrem kita sudah di bawah satu, sehingga target dari bapak Presiden juga yaitu 2024 nanti kemiskinan ekstrem nol atau mendekati nol, itu bisa terealisasi," ujar Muhadjir.

Selain itu, Muhadjir juga menyampaikan kepada Wapres terkait perkembangan penanganan penurunan angka stunting di Indonesia.

 BACA JUGA:

Perkembangan penanganan stunting di Indonesia, kata Muhadjir, sudah berjalan dengan baik. Menurutnya, angka stunting di beberapa daerah di Indonesia sudah ada di bawah 10%. Namun demikian, masih ada daerah yang angka stuntingnya di atas 20%.

"Untuk beberapa daerah kabupaten kota sudah di bawah 10 persen, tetapi memang masih banyak yang di atas 30 persen. Sehingga secara agregat mungkin bisa 14 persen, tetapi secara parsial masih banyak yang memang masih diatas 14 persen," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement