JAKARTA - Berapa rincian The Line Arab Saudi? Mungkin pertanyaan ini banyak terlintas di benak warganet. Apalagi ini merupakan mega proyek yang diprediksi akan membentang sepanjang 170 kilometer dengan lebar 200 meter.
Kehadiran The Line Arab Saudi ini berawal dari keinginan sang Putra Mahkota bernama Saudi Mohammed bin pada 2021. Dia bukan hanya sekedar ingin membuat kota ini menjadi linier, juga menjadikan tempat masa depan untuk menampung berbagai komunitas.
Uniknya, The Line akan dibuat dengan fasad kaca yang membentang di sepanjang pantai dan mampu menampung 9 juta penduduk.
-Rincian biaya The Line Arab Saudi
Mengutip berbagai sumber, Selasa (22/8/2023), The Line akan didesain dengan mempertimbangkan beberapa aspek berkelanjutan seperti penggunaan energi terbaru hingga teknologi terdepan yang mampu mengurangi dampak lingkungan.
Kota ini hanya akan memiliki kereta berkecepatan tinggi untuk membawa penumpang dari ujung ke ujung yang dapat ditempuh dengan waktu 20 menit saja.
Proyek ini pun diperkirakan akan selesai pada 2030. Dan begitu canggihnya, maka tak heran akan membutuhkan biaya yang sangat besar.
Misalnya saja pada tahap pertama yang diperkirakan hingga 2030 akan menelan biaya sekitar 1,2 triliun riyal atau sekitar Rp4.785 triliun, di mana setengahnya dari dana tersebut akan ditanggung dana kekayaan negara kerajaan.
Lalu sisanya sekitar 600 miliar riyal atau sekitar Rp2.392 triliun, para pejabat akan berusaha untuk mengumpulkannya dari dana kekayaan berdaulat lainnya di wilayah tersebut, termasuk investor swasta di Arab Saudi dan luar negeri, serta penawaran umum perdana Neom di pasar saham Saudi.
Meski terbilang canggih nantinya, tapi pembangunan kota ini masih menuai kritik dari berbagai kalangan. Beberapa kritikus mempertanyakan dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh proyek ini, serta kemungkinan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia terhadap pekerja yang terlibat dalam pembangunan kota ini.
Meski demikian, pemerintah Arab Saudi terus mempromosikan proyek The Line sebagai simbol masa depan yang cerah dan berkelanjutan.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya negara untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak, dan memperkuat sektor non-minyak, serta menarik investasi asing ke dalam perekonomian negara.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.