CALIFORNIA - Empat orang tewas dan enam lainnya terluka dalam insiden penembakan di sebuah bar pengendara motor di California selatan, Amerika Serikat (AS).
Pria bersenjata itu, yang diidentifikasi pada Kamis (24/8/2023) sebagai pensiunan polisi, termasuk di antara empat orang yang tewas di Cook's Corner di Orange County.
Kepala pemadam kebakaran daerah Brian Fennessy mengatakan dua dari enam orang yang terluka berada dalam kondisi kritis.
Penembakan itu terjadi pada pukul 19:00 waktu setempat (02:00 GMT) saat bar tersebut menawarkan malam spageti seharga USD8 dan Pertunjukan musik rock, yang diiklankan di halaman Facebook bar tersebut.
CBS News melaporkan dengan mengutip sumber polisi, diperkirakan insiden tersebut bermula dari insiden rumah tangga antara pria bersenjata dan istrinya.
Pada Kamis (24/8/2023), pihak berwenang menetapkan tersangka sebagai John Snowling, seorang pensiunan sersan yang bekerja di Departemen Kepolisian Ventura di California hingga 2014.
Polisi mengatakan setidaknya satu senjata ditemukan dari tempat kejadian.
Pengawas Orange County Katrina Foley mengatakan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, bahwa dia "sedih mendengar penembakan massal yang tidak masuk akal, kali ini di halaman belakang rumah kami sendiri".
Senator Dave Min dari Orange County mengatakan dia “terpukul” oleh berita tersebut.
“Distrik kami adalah salah satu daerah teraman di negara ini, namun kami juga berulang kali dilanda momok penembakan massal,” katanya.
Cook's Corner adalah tempat pemberhentian populer bagi pengendara sepeda motor yang berkendara melintasi kaki Pegunungan Santa Ana.
Pelanggannya termasuk Arnold Schwarzenegger, aktor dan mantan gubernur California, yang menjadi tuan rumah resepsi di sana pada 2006, tiba dengan sepeda motor.
Pengendalian senjata adalah subjek yang bermuatan politik di AS. Meskipun jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika mendukung undang-undang senjata yang lebih ketat, banyak anggota Partai Republik yang menentang langkah tersebut.
Menurut Arsip Kekerasan Senjata, ada lebih dari 400 penembakan massal pada 2023 saja.
(Susi Susanti)