Teman pelaku, kata dia, mendadak muncul dari sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari lokasi. Teman pelaku itu lantas berkata pada warga sekitar yang tengah menolong korban kala itu, mereka mengaku sebagai anggota polisi.
"Dia bilang kami dari anggota jangan halangi kami. Lalu orang-orang, warga situ mundur lah di situ kan, Imam langsung diborgol dan dibawa masuk ke mobil orang ini, dibawalah," tuturnya.
Dia menambahkan, disitu dia lantas menerima kabar dari warga jika adik sepupunya itu dipukuli dan dibawa ke dalam mobil. Dia lantas berlari menuju ke lokasi kejadian, hanya saja korban dan pelaku sudah tak ada di lokasi.
"Saya lari cepat-cepat ke sana, tapi dia sudah tak ada lagi, saya telepon hapenya tak aktif. Lalu ada telpon dari dia, dia bilang Bang saya dipukuli, minta tebusan Rp50 juta, lalu saya bilang tak ada duit, kita pun baru musibah saya bilang," katanya.
Dia menambahkan, korban mengaku sudah tak kuat dengan siksaan pelaku hingga akhirnya dia pun mencari-cari pinjaman agar bisa menebus korban. Namun, ternyata pelaku juga sudah sempat menghubungi keluarga korban di Aceh, yang mana pelaku sampai mengirimkan video saat korban dianiaya secara brutal dan biadab hingga mengancam ibu korban mengirimkan uang bila tak ingin anaknya itu dibunuh.
"(Jenazah korban) Sudah dibawa pulang ke Aceh hari Jumat kemarin dan sudah dimakamkan, langsung. Karena kan ditemukan di Karawang, dia dibunuh lalu dibuang ke sungai (sudah beberapa hari)," katanya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.