Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita, mengatakan Kota Semarang menjalankan beberapa program yang menyasar anak muda sampai ibu-ibu PKK untuk mengatasi stunting. “Jadi di Kota Semarang kami punya tagline bergerak bersama. Jadi semua stakeholder baik dari Pemkot Semarang, BKKBN, Kemenkes bergerak termasuk tim penggerak PKK melakukan kegiatan bersama,” katanya usai menerima Indonesia Awards 2023.

Caption: Pemkot Semarang menjalankan beberapa program yang menyasar anak muda sampai ibu-ibu PKK untuk mengatasi stunting. Foto. Pemkot Semarang
Program Stunting Kota Semarang
Pemkot Semarang menjalankan program Dahsyat, yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting, yang terinspirasi buku buatan dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, yang berisi resep-resep masakan sehat dan murah. Resep masakan sehat dan murah tersebut membantu pemenuhan gizi anak-anak.
“Dari buku itu kita implementasikan di semua dasawisma tim penggerak PKK. Hal ini menjadi salah satu penyebab turunnya stunting karena ibu-ibu diajak masak,” kata perempuan kelahiran 4 Mei 1966.
Ada pula program Rumah Pelita yang dibentuk untuk menangani Baduta atau bayi dua tahun penderita stunting. Lewat Rumah Pelita ini Baduta diberi makanan bergizi dan pola asuh yang sesuai.
Ada pula program Day Care Rumah Pelita, di mana anak-anak stunting yang dititipkan akan didampingi pengasuh dan dokter untuk mengecek pertumbuhan dan perkembangannya.