Kala itu, Sunan Kalijaga melihat tatal-tatal (sisa potongan kayu kecil-kecil) dari kayu jati, tiba-tiba Sunan Kalijaga mendapatkan inspirasi.
"Bagaimana jika tatal-tatal itu aku manfaatkan untuk membuat saka guru?" Barangkali, itulah ilham yang dipancarkan oleh Gusti Allah ke dalam dada Sunan Kalijaga, sehingg ia segera mengumpulkan tatal-tatal kayu jati.
BACA JUGA:
Setelah terkumpul dalam satu tumpukan, ia segera mengatur sedemikian rupa sehingga menjadi berbentuk seperti sebuah saka guni yang sama ukurannya dengan tiang para Wali Sanga lainnya.

Media China Sindir Herry IP yang Pernah Tolak Tangani China dan Kini Digeser PBSI ke Ganda Campuran
Saka guru atau tiang itu kemudian disebut dengan 'saka tatal’ tiang penyangga masjid Demak yang terbuat dari kayu dan memiliki motif.
Tiba-tiba, ketika Sunan Kalijaga sedang sibuk mengerjakan tugasnya dengan mengumpulkan tatal tatal itu, secara tak sengaja ada orong-orong, sejenis serangga berukuran sedang yang terluka hingga badannya putus.
Sekonyong-konyong, Sunan Kalijaga segera menyambung badan orong-orong yang terputus dengan kepalanya dengan memakai tatal kecil. Lantas, apa yang terjadi? Atas pertolongan Gusti Allah, ternyata badan orang-orong dapat tersambung kembali dengan kepalanya.
Orong-orong tersebut pun menjadi hidup kembali. Tentu, peristiwa aneh bin ajaib itu sempat menjadi pemandangan menarik bagi kaum muslimin yang menyaksikannya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.