Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Apa Hubungan Pertemuan Umat Manusia Terbesar di Dunia yang Digelar India dengan Antibiotik? Ini Jawabannya

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 06 September 2023 |11:26 WIB
Apa Hubungan Pertemuan Umat Manusia Terbesar di Dunia yang Digelar India dengan Antibiotik? Ini Jawabannya
Pertemuan umat manusia terbesar di dunia yang digelar di India memiliki kaitan erat dengan antibiotik (Foto: Shutterstock)
A
A
A

INDIA – Pertemuan umat manusia terbesar di dunia yang digelar di India ternyata memiliki hubungan erat dengan antibiotik.

Para peneliti dari lembaga-lembaga yang berbasis di Amerika Serikat (AS), didukung oleh Lakshmi Mittal dan Family South Asia Institute di Universitas Harvard dan Unicef, menemukan bahwa klinik-klinik di Kumbh Mela di India, sebuah festival Hindu dan pertemuan keagamaan terbesar di dunia, telah meresepkan antibiotik dalam jumlah berlebihan kepada puluhan ribu jamaah, terutama yang datang dengan penyakit infeksi saluran pernapasan.

Semakin banyak antibiotik yang digunakan, semakin tinggi risiko terjadinya apa yang dokter sebut sebagai “resistensi antimikroba”. Hal ini terjadi ketika bakteri berubah seiring berjalannya waktu dan menjadi resisten terhadap obat yang dirancang untuk melawan dan mengobati infeksi yang disebabkannya. Akibatnya, dokter menghadapi lonjakan “infeksi bakteri super” yang kebal antibiotik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun turun tangan. WHO mengatakan hal ini merupakan "ancaman global" yang besar terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut The Lancet, sebuah jurnal medis, resistensi semacam itu secara langsung menyebabkan 1,27 juta kematian di seluruh dunia pada 2019.

WHO mengatakan jumlah korban diperkirakan meningkat menjadi 10 juta kematian per tahun pada tahun 2050. Antibiotik – yang dianggap sebagai garis pertahanan pertama melawan infeksi parah – tidak berhasil pada sebagian besar kasus ini.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement