Anita mengatakan bahwa pihak keluarga tidak mempermasalahkan misteri tanggal lahir Gus Dur yang belum terpecahkan hingga saat ini.
“Jadi yang jelas kita punya 4 Agustus karena itu yang ada di KTP, kemudian kita punya 7 September karena itu yang ada dalam catatan tulisan tangan yang ditemukan oleh Aisyah Hamid, tetapi tahunnya tahun berapa kita juga belum tahu gitu, nah tulisannya sendiri tulisannya adalah delapan Syakban atau empat Syakban, lupa,” ujar Anita.
Ia menuturkan bahwa ayahandanya pun tidak mau ambil pusing akan hal itu. “Karena kita semua tidak ada yang bisa mengverifikasi dan Gus Dur sendiri juga tidak peduli mau lahirnya kapan ya begitulah beliau,” sambungnya.
Anita mengatakan bahwa pihak keluarga merayakan hari ulang tahun Gus Dur berdasarkan dua versi yang berbeda tersebut.
“Jadi itulah mengapa kita merayakannya dalam dua versi, yang menebak-menebak dan versi yang ada, enggak penting tahapannya ya yang paling penting esensinya dari ulang tahun,” katanya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.