Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diperiksa Terkait Peristiwa Tanjung Priok, LB Moerdani Tak Bisa Bicara

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 14 September 2023 |06:05 WIB
 Diperiksa Terkait Peristiwa Tanjung Priok, LB Moerdani Tak Bisa Bicara
LB Moerdani (foto: dok ist)
A
A
A

PERISTIWA bersejarah terjadi pada 12 September. Salah satu peristiwa "kelam" yang pernah terjadi pada tanggal tersebut adalah peristiwa 'Tanjung Priok'.

Peristiwa 'berdarah' di Tanjung Priok, kalau menurut catatan resmi, telah merenggut nyawa sebanyak 28 orang. Namun, estimasi lembaga yang lebih independen, jumlah korbannya lebih dari itu, bahkan konon ratusan orang.

Catatan sejarah menyebutkan, salah satu sosok yang bertanggungjawab atas terbunuhnya puluhan hingga ratusan itu itu Jenderal TNI Leonardus Benny Moerdani atau Benny Moerdani.

"Benny datang dalam kondisi fisik yang payah. Sudah tak bisa ngomong," kata Albert Hasibuan, mantan anggota Komisi Penyelidik dan Pemeriksa Pelanggaran HAM Tanjung Priok seperti yang dikutip dari buku "Benny Moerdani yang Belum Terungkap".

Pada Kamis siang, 4 Mei 2000, Benny datang memenuhi panggilan pemeriksaan soal dugaan pelanggaran HAM di Tanjung Priok. Pensiunan jenderal bintang empat itu diperiksa bersama mantan Panglima Kodam Jenderal Purn Try Sutrisno dan mantan Kapolda Mayor Jenderal Purn Sudjoko. Mereka didampingi Kepala Badan Pembinaan Hukum Mayor Jenderal TNI Timur Manurung.

Menurut Albert, sebagai orang yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa berdarah pada 12 September 1984, Benny tak berbicara sedikit pun dalam pemeriksaan. Selama sekitar satu jam sejak pukul 14.30, tim pemeriksa hanya mendengarkan keterangan tertulis. "Ajudan yang membaca kan selembar kertas pernyataan Benny".

Dalam pernyataan tersebut, Benny menyatakan tak mengetahui terjadinya bentrokan massa dengan aparat militer pada malam itu. Dia menyatakan baru mengetahui dua jam kemudian setelah dikabari Try Sutrisno.

Letupan di Priok bermula dari dua aparat bintara pembina desa komando rayon militer setempat yang dituduh memasuki Musala Assa'adah di Gang IV Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tanpa membuka alas kaki pada 8 September. Keduanya lalu mencopot pamflet undangan pengajian remaja di Jalan Sindang Raya dan menyiram dinding musala dengan air comberan.

Bentrokan pun terjadi. Korban berjatuhan di depan kantor polisi. Amir bersama dua rekannya yang menjadi erwakilan juga ditembak di halaman markas Kodim. Keluarga korban mengklaim korban tewas dan terluka mencapai ratusan orang..

Mantan anak buah Benny menampik keras tuduhan itu. Ia menuturkan kasus Priok merupakan tanggung jawab Panglima Kodam Jaya. Semestinya Try Sutrisno yang turun tangan. Tapi, dalam kasus ini, Soeharto memerintahkan Benny menanganinya agar Ibu Kota tenang. "Repot karena Pak Benny seorang kristiani," katanya.

Try Sutrisno memastikan tak ada perintah penembakan. "Ada rakyat spontan emosi. Akhirnya mau bakar Kodim, Polres, sampai ada korban," ucap Try, pertengahan September 2014. Dalam kasus ini, kata dia, tak ada pelanggaran HAM karena tak terpenuhi unsur ada perintah atasan serta kejadian meluas dan sistematis.

Benny saat itu lantas ke terminal kontainer barang di Tanah Merah. Sambil mengetuk-ngetuk kontainer, dia berkata, "Inilah sebab-musabab masalah itu." Menurut Benny, warga beringas karena pemerintah main gusur demi membangun dermaga pelabuhan kontainer.

Benny meminta Menteri Agama Munawir Sjadzali saat itu mengumpulkan tokoh agama di Jakarta. Pada Kamis malam, 13 September, hadir sejumlah tokoh dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Dalam rapat muncul kekhawatiran terjadi gejolak kalau jumlah korban diumumkan apa adanya.

"Ini jumlah korban sesungguhnya 28. Saya kembalikan kepada Bapak-Bapak apakah angka ini saya sebutkan," ujar Benny.

Rapat sepakat jumlah korban dikorting lima, sesuai dengan Pancasila. Tapi, dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat, Benny menyampaikan angka sebenarnya. Belakangan, total korban tewas disebut 33 orang.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement