Dikisahkan para petani di Pajajaran semasa Prabu Nilakenda memerintah menjadi serakah akan makanan sehingga mereka tidak merasa tentram jika menanam sesuatu. Korupsi dan penyelewengan pun merajalela, hal ini diperparah dengan pembangunan proyek - proyek ambisius raja.
Proyek mempercantik istana kerajaan dengan emas, menjadi satu hal yang disoroti rakyat kala itu. Apalagi raja konon memiliki hobi pesta pora sampai mabuk-mabukan. Penulis kitab kuno Carita Parahyangan mendeskripsikan nasib Kerajaan Sunda Pajajaran yang sudah berada di ambang kehancuran.
Gambaran singkat miris disampaikan penulis Carita Parahyangan dengan kalimat singkat : Itulah bunga pralaya yang disebut zaman kali atau zaman kaliyuga. Zaman pralaya sendiri diartikan sebagai zaman kehancuran. Pada akhirnya Kerajaan Pajajaran benar-benar hancur pada tahun 1579. Saat itu Kerajaan Pajajaran dipimpin pemerintahan Ragamulya Suryakencana yang bertahta 1567 - 1579.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.