Peran Setelah Tragedi PKI
Setelah PKI berhasil dibubarkan, Nasution diangkat menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang mencabut mandat Soekarno sebagai Presiden. Kemudian Soeharto diangkat sebagai Presiden RI pada 12 Maret 1967.
BACA JUGA:
Setahun setelah Soeharto menjabat, Nasution tak lagi tampil di Sekolah Staf Angkatan Darat (Seskoad) dan akademi militer. Nasution juga dipensiunkan dari dunia militer di tahun 1971, ketika usianya 53 tahun.
Di tahun 1978, Nasution bersama Mohammad Hatta, mantan Wakil Presiden, mendirikan Yayasan Lembaga Kesadaran Berkonstitusi (YLKB) dan mengkritik pemerintahan Soeharto. Nasution dan beberapa tokoh lain menandatangani sebuah petisi yang dinamai Petisi 50 pada 5 Mei 1980.
BACA JUGA:
Meskipun begitu, kekuasaan Soeharto tetap kokoh puncak politik Indonesia. Sebaliknya, karir Nasution kian meredup. Pada tahun 1990-an diadakan rekonsiliasi nasional antara Soeharto dan berbagai tokoh kritis lainnya.
Soeharto kemudian mengundang Nasution ke Istana Negara pada Juli 1993 dan dilanjutkan dengan mengundangnya setelah perayaan Hari Proklamasi RI di tanggal 18 Agustus 1993.
Tepat pada hari ulang tahun TNI, 5 Oktober 1997, Nasution disematkan pangkat Jenderal Besar oleh TNI. Hanya terdapat 3 orang yang mendapatkan pangkat ini di Indonesia yaitu Soeharto, Sudirman, dan Nasution. Tiga tahun setelahnya, Nasution wafat di tanggal 5 September 2000.
Perjalanan sejarah A.H. Nasution yang penuh tantangan membuktikan peran pentingnya sebagai seorang pahlawan nasional Indonesia. Dengan pangkat dan posisi yang dipegangnya, tercipta tekad dan keberanian kuat untuk menjaga integritas negara.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.