Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Hayam Wuruk Mencari Jodoh, Memicu Pecahnya Perang Bubat

Nanda Aria , Jurnalis-Kamis, 21 September 2023 |05:21 WIB
Ketika Hayam Wuruk Mencari Jodoh, Memicu Pecahnya Perang Bubat
Ilustrasi/Foto: Freepik
A
A
A

 

JAKARTA - Hayam Wuruk resmi naik tahta sebagai Raja Majapahit setelah Tribhuwana Tunggadewi menyerahkan tampuk kekuasaannya. Sebagai raja muda, kebijakan kerajaan masih dipegang oleh Mahapatih Gajah Mada.

Menukil buku "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", karya Earl Drake, Gajah Mada memusatkan perhatiannya pada perluasan Majapahit dengan menekan negeri-negeri tetangga untuk secara resmi bergabung dengan Majapahit.

 BACA JUGA:

Sedangkan untuk negeri - negeri yang jauh dari Majapahit pun juga didesak untuk bergabung menjadi negeri bawahan. Dengan demikian, mereka dapat menikmati manfaat perdagangan dan perlindungan angkatan laut Majapahit cukup dengan membayar upeti tahunan kepada kerajaan serta mengakui kekuasaan sang raja.

Proses ini berlangsung mulus sampai Raja Hayam Wuruk menginjak usia 21 tahun pada 1355. Ibu Suri pun cemas akan dua hal. Pertama sang putra kerap mengandalkan dirinya kepada Gajah Mada untuk membuat keputusan - keputusan penting menyangkut pemerintahan.

 BACA JUGA:

Kedua, Hayam Wuruk juga tak mengalami kemajuan dalam mencari seorang istri yang pantas menjadi ratu. Dia bukan lagi seorang bocah, seiring bertambahnya usia, ia harus mulai bersikap layaknya seorang raja dewasa.

Tak heran jika tugas pertama yang Tribuhawana berikan kepada putranya ketika menginjak usia ke-21 adalah bersama-sama Gajah Mada mencari calon mempelai yang cocok dari sebuah negeri besar, sehingga dari pernikahan tersebut, akan lahir aliansi yang penting bagi Majapahit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement