Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Malam Menegangkan di Istana Tumapel Sebelum Tunggul Ametung Tewas Ditikam Keris

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 21 September 2023 |07:36 WIB
Malam Menegangkan di Istana Tumapel Sebelum Tunggul Ametung Tewas Ditikam Keris
Ilustrasi keris (Foto: Ist)
A
A
A

JALAN panjang Ken Arok untuk mendirikan Kerajaan Singasari atau Tumapel. Ia harus memberontak dan menumbangkan kekuasaan Tunggul Ametung sebagai akuwu atau camat yang menjadi daerah bawahan Kerajaan Kediri.

Pergerakan pasukan Ken Arok sudah dimulai sejak pagi dengan dari pinggiran kemudian mulai memasuki kutaraja, ibu kota Tumapel. Usai berhasil memasuki ibu kota Tumapel dan menyerang banyak pasukan pengamanan akuwu, akhirnya ia dan pasukannya mendekati Pakuwuan, tepat dimana sang akuwu beristirahat, mungkin deskripsi tempat ini layaknya kantor kecamatan sekarang ini.

Di bangunan Pakuwuan itulah Ken Arok dan ratusan pasukannya berjaga di bagian dalam Pakuwuan menyambut kedatangan Kebo Ijo, serta para prajuritnya. Kebo Ijo dengan pasukannya itu tidak menggubris Arok dan Handanu yang menyambutnya.

Satria yang menjadi sekutu Gandring itu langsung melangkah menuju pendopo Pakuwuan. Tempat yang dituju adalah Bilik Agung tempat Tunggul Ametung beristirahat. Pendopo itu kosong tak ada penjaganya, sebagaimana deskripsi pada "Hitam Putih Ken Arok : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan".

Sebab, sebelumnya Tunggul Ametung melarang jangan sampai ada yang berada di pendopo. Saat mendekati Bilik Agung itu, Kebo Ijo langsung berteriak memanggil Tunggul Ametung dengan memegang sebilah pedang. Mendengar suara Kebo Ijo itu, dari kamar istirahatnya, Tunggul Ametung yang lagi mabuk.

Banyaknya arak yang diminumnya memberi ancaman dengan suara parau bahwa siapa saja yang berani bersuara di sekitar pendopo, ia akan membelah kepalanya. Suara Tunggul Ametung itu membuat Kebo Ijo semakin yakin untuk mendekatkan dirinya pada Bilik Agung.

Bahkan, salah seorang tamtama memprovokasi menyatakan bahwa Kebo Ijo hendaknya segera masuk ke Bilik Agung dan menghabisi Tunggul Ametung, selagi Ken Arok dan Ken Dedes tidak ada di dekatnya.

Pada saat yang sama pasukan Arok dan laskar rakyat yang datang dari berbagai penjuru telah tiba di Pakuwuan. Gedung Pakuwuan terkepung oleh laskar rakyat, dan para prajurit yang Tumapel pun langsung lari tunggang langgang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement