JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Baru Terbarukan (LIKE) di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pada kesempatan itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam melakukan rehabilitasi hutan di Indonesia.
"Sekali lagi saya ajak kita semua untuk bersama merehabilitasi hutan, menanam pohon sebanyak-banyaknya di lingkungan kita. Apalagi di kota Jakarta," kata Jokowi.
Kemudian, dalam sambutannya Jokowi juga menyampaikan agar perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi lahan bekas tambang dengan tanaman baru. Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga lingkungan.
"Tapi hati hati saya ingatkan kalau di sini ada perusahaan tambang yang hadir setelah menambang harus diperbaiki lahan itu. Setuju? Jangan langsung ditinggal, dibiarkan, akan saya cek satu per satu," kata Jokowi dalam sambutannya.
Jokowi menjelaskan, sudah ada peraturan menteri yang mewajibkan kepada perusahaan tambang untuk memiliki persemaian terlebih dahulu. "Dan sekarang ini sudah ada peraturan menteri baru saja keluar setiap perusahaan tambang harus memiliki pusat persemaian. Harus punya nursery center," ujarnya.
"Sehingga setiap habis nambang langsung ditanam, langsung ditanam, langsung ditanam. Supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan semakin parah. Wajib karena sudah ada peraturan menterinya baru saja keluar," imbuhnya.
Festival LIKE 2023 sendiri diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia bersama mitra kerja pada pada 16-18 September 2023. Kegiatan yang berjalan sukses itu, bukan menyajikan pameran biasa, namun menjadi wadah untuk memperkenalkan solusi nasional dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan akibat fenomena El Nino.
Misalnya, Teknologi Agrokonservasi Biosoildam MA-11 karya Nugroho Widiasmadi menjadi salah satu yang menuai sorotan utama dalam festival ini. Ia merupakan seorang inovator di bidang agrokonservasi dan penerima Penghargaan Kalpataru 2023 dari Pemerintah Republik Indonesia.
Teknologi tersebut memberikan solusi konkret dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem dengan meningkatkan hasil panen hingga 2 kali lipat. Selain itu, juga mengurangi biaya hingga 70 persen, melindungi tanah dari paparan racun kimia dengan biaya terjangkau.
Nugroho diketahui seorang Dosen Teknik Univ Wahid Hasyim sekaligus Ketua Yayasan ANSA. Ia hadir di Booth No 34 Zona Ungu Stand Kalpataru Direktorat Kemitraan Lingkungan.
Kegiatan ini memang untuk menggali potensi sumber daya Energi Baru Terbarukan (EBT). Selain itu, mendorong pemanfaatan teknologi untuk menjaga kelestarian lingkungan.
KLHK menggandeng para mitra kerja berkomitmen untuk terus mendukung inovasi seperti Agrokonservasi Biosoildam MA-11 demi menjaga lingkungan, meningkatkan ketahanan pangan, dan meraih keberlanjutan. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju COP 28 UNFCCC di UEA.
Dalam mengatasi tantangan global terkait lingkungan dan iklim diperlukan inovasi semacam ini untuk memperkuat peran negara.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.