Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Tokoh Utama di Balik Peristiwa G30SPKI yang Dieksekusi Mati

Edgar Ibrania Nicolas , Jurnalis-Selasa, 26 September 2023 |12:31 WIB
3 Tokoh Utama di Balik Peristiwa G30SPKI yang Dieksekusi Mati
Tokoh Utama PKI DN Aidit/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA – Tiga Tokoh utama di balik peristiwa G30SPKI akan dibahas secara lengkap dalam artikel ini. G30SPKI adalah peristiwa pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia. Peristiwa ini melibatkan upaya kudeta militer yang berusaha ingin menggulingkan pemerintahan yang ada pada saat itu.

Mereka mengklaim bahwa aksi mereka adalah untuk melindungi Soekarno dan menggagalkan rencana kudeta yang diduga akan dilakukan oleh fraksi militer yang tidak setia terhadap Soekarno.

PKI akhirnya menculik dan membunuh beberapa perwira militer lalu membuang mayat mereka menjadi satu di dalam sebuah sumur bekas didaerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Berikut ini tiga tokoh utama G30SPKI dilansir beragam sumber, Selasa (26/9/2023).

1. Dipa Nusantara Aidit

Dipa Nusatara Aidit atau yang lebih dikenal D.N Aidit adalah sosok yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa G30S/PKI, karena saat itu Aidit menjabat sebagai Ketua Umum PKI.

Dia memiliki kontribusi dalam kemerdekaan Indonesia yang tergabung dalam gerakan perlawanan anti-kolonialisme di angkatan muda.

Aidit mulai dikenal karena dapat menyingkirkan tokoh-tokoh tua dalam partai dan membuat PKI menjadi partai komunis terbesar ketiga didunia saat itu dengan lebih dari 3 juta anggota. PKI juga memiliki kontribusi politik yang besar dalam pemerintahan Indonesia dan meraih 16,4 persen suara pada Pemilu 1955.

Pada November 1965, Aidit ditangkap didaerah Solo, dan dibawa oleh Kolonel Yasir Hadibroto ke markas Batalyon 444 Boyolali.

Sebelum dieksekusi, Aidit dibawa kedekat sumur tua dan dibiarkan memberikan pidatonya yang terakhir. Karena pidatonya, beberapa anggota militer tersulut emosi, dan segera mengeksekusi Aidit.

2. Letnan Kolonel Untung Syamsuri

Letkol Untung adalah komandan Batalyon Cakrabirawa I, yang bertugas mengawal Presiden Soekarno. Letkol untung diduga menjadi sosok yang memimpin penculikan ketujuh perwira militer dalam G30S/PKI.

Sebelumnya Untung juga pernah menjadi partisipan dalam pemberontakan PKI di Madiun. Karena sedang terjadi agresi militer Belanda II, dia lolos dari hukuman, dan merubah namanya dari Kusman menjadi Untung.

Letkol Untung juga banyak berpartisipasi dalam kemerdekaan Indonesia, seperti penumpasan pemberontakan PRRI dan pembebasan Irian Jaya dari tangan Belanda.

Letkol Untung ditangkap di daerah Brebes dan dijatuhi hukuman mati pada 1966.

3. Syam Kamaruzaman

 

Syam adalah anggota politik PKI yang diangkat menjadi kepala Biro Khusus PKI, dimana organisasi bergerak secara rahasia untuk menganalisis, menyebarkan, dan meyakinkan beberapa kelompok militer untuk melakukan kudeta.

Di pengadilan Syam mengaku telah bertindak dibawah perintah Aidit, dan Syam dijatuhi hukuman mati pada tahun 1968. Tetapi pelaksanaan eksekusi selalu terhambat, karena Syam terus muncul sebagai saksi untuk menunda kematiannya. Akhirnya Syam dieksekusi pada September 1986.

Adapun tokoh lain seperti Brigjen Soepardjo sebagai wakil dari Letkol Untung dieksekusi pada Maret 1967, dan Kolonel Abdul Latief dibebaskan pada orde B.J Habibie setelah puluhan tahun di isolasi dan disiksa.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement