Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Langkah Cerdik Soeharto Menghabisi Gerakan 30 September 1965

Solichan Arif , Jurnalis-Minggu, 01 Oktober 2023 |04:01 WIB
 Langkah Cerdik Soeharto Menghabisi Gerakan 30 September 1965
Soeharto (foto: dok wikipedia)
A
A
A

5. Pidato Pengangkatan Jenazah Pahlawan Revolusi dari Lubang Buaya

 

 

 

Pada 4 Oktober 1965 jenazah para perwira tinggi AD yang ditemukan sehari sebelumnya, diangkat dari Lubang Buaya.

Para perwira tinggi AD ini merupakan korban penculikan sekaligus pembunuhan Dewan Revolusi. Mereka oleh Dewan Revolusi dituding sebagai Dewan Jenderal, yakni sebutan kepada para perwira tinggi AD yang tidak loyal kepada Presiden Soekarno.

Di lokasi Lubang Buaya, Mayjen Soeharto melalui siaran radio berpidato menjelaskan apa yang terjadi pada 30 September 1965 yang kemudian dikenal sebagai G30S PKI.

Reaksi pertama yang muncul dari rakyat adalah rasa duka mendalam. Setelah itu di mana-mana terjadi kemarahan terhadap PKI beserta kaki tangannya.

Sejumlah pimpinan PKI, kader, dan seluruh simpatisannya diburu dan ditangkap. Pimpinan PKI DN Aidit, Njoto dan Letkol Untung Sutopo dieksekusi mati,

Pada 12 Maret 1966 PKI resmi dibubarkan dan sekaligus dinyatakan sebagai partai terlarang.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement