Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Raja Majapahit Kembali Bertemu dengan Anak Kandungnya Usai Ramalan Harus Membunuh Bayi

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 01 Oktober 2023 |06:09 WIB
 Raja Majapahit Kembali Bertemu dengan Anak Kandungnya Usai Ramalan Harus Membunuh Bayi
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

TAFSIRAN dari peramal ketika penguasa Majapahit sakit membuat Prabu Brawijaya konon pernah memerintah membunuh bayi. Perintah itu dikeluarkan selama sewindu atau delapan tahun lamanya, pasca ia jatuh sakit lantas mengumpulkan para nujum atau peramal.

Bahkan ia harus berpisah dengan anak kandungnya sendiri yang lahir dari selir pasca tafsiran dengan putri Wandan untuk mengobati penyakitnya. Sang prabu yang tengah tergeletak sakit awalnya mengumpulkan para peramal.

Para peramal ini lantas ditanyai beberapa hal oleh sang prabu. Mereka peramal pun menjawab segala pertanyaan dari sang penguasa Majapahit ini. Sang ahli nujum atau peramal ini kemudian meramal sesudah tiga keturunan lagi, wahyu kerajaan akan berpindah dari Majapahit ke Mataram.

Sang prabu ditafsirkan baru bisa sembuh dari penyakitnya jika bercampur dengan putri Wandan, dayang - dayang putri Dwarawati. Namun setelah sembilan bulan, putri Wandan melahirkan seorang jabang bayi laki-laki.

Dikisahkan dari bulu "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara - Negara Islam di Nusantara" karya Slamet Muljana, putri Wandan diceraikan dan jabang bayi diserahkan Prabu Brawijaya kepada juru Masahar dengan pesan agar jabang bayi pada usia sewindu dibunuh.

Juru sawah Masahar menyanggupi, jabang bayi dibawa pulang dan dipelihara baik-baik oleh Nyi Masahar, yang sudah bertahun-tahun merindukan anak. Jabang bayi itu diberi nama Bondan Kejawan. Setelah mencapai usia sewindu, juru sawah Masahar berniat memenuhi janjinya kepada sang prabu, karena takut kena umpat sang nata Prabu Brawijaya.

Ketika melihat meris terhunus siap untuk ditikam, Nyi Buhut Masahar jatuh pingsan. Karena cintanya kepada istrinya, Bondan Kejawan tidak jadi dibunuh. Ki Masahar terpaksa berdusta kepada sang prabu, Bondan Kejawan dirahasiakan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement