Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bawa Majapahit Berjaya, Seberapa Dekat Hubungan Gajah Mada dengan Hayam Wuruk?

Clarissa Andarini , Jurnalis-Senin, 02 Oktober 2023 |16:13 WIB
Bawa Majapahit Berjaya, Seberapa Dekat Hubungan Gajah Mada dengan Hayam Wuruk?
Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)
A
A
A

Sosok Gajah Mada

Pengangkatan Gajah Mada sebagai Mahapatih Amangkubhumi dilakukan pada tahun 1334 M. Dan pada saat itu juga Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa, yang berisi bahwa dirinya tidak akan menikmati rempah-rempah hasil kenikmatan duniawi sebelum berhasilkan menyatukan seluruh Nusantara.

Upaya Gajah Mada dalam menyatukan seluruh nusantara berlangsung selama 21 Tahun. Bersama dengan sang raja yaitu Hayam Wuruk, keduanya membawa puncak kejayaan bagi Majapahit dengan dasar Bhinneka Tunggal Ika tan Hana Dharma Mangrwa. Yang artinya meskipun berbeda-beda namun tetap satu dan tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Hubungan Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Hubungan yang terjadi antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada sangatlah erat, jasa Mahapatih Gajah Mada sangatlah besar bagi Majapahit selama kepemimpinan Raja Hayam Wuruk. Bahkan Mahapatih Gajah Mada telah mengasuh Hayam Wuruk sejak kecil.

Gajah Mada merupakan salah satu orang yang paling dipercaya oleh Hayam Wuruk, dirinya secara sukarela mengabdikan seluruh hidupnya kepada Kerajaan Majapahit. Memiliki tekad yang besar Gajah mAda berhasil mengantarkan Majapahit ke era keemasan dengan menyatukan kerajaan di seluruh nusantara dan berhubungan dengan kerajaan asing.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap Mahapatih Gajah Mada karena kebijaksanaanya dan pengabdiannya terhadap kerajaan. Raja menganugerahkan tempat beristirahat bagi Gajah Mada di Madakaripura sebuah daerah di Probolinggo, Jawa Timur sesudah Gajah Mada undur dari jabatannya menjadi Mahapatih..

Perang Babut

Walaupun telah bersama-sama mencapai puncak kejayaan bagi Majapahit. Namun sayangnya akibat perselisihan pada Perang Bubat, hubungan keduanya memburuk.

Diceritakan menurut Agus Aris Munandar dalam Gajah Mada: Biografi Politik, bahwa Perang Bubat menjadi kegagalan Gajah Mada dalam menyatukan nusantara. Hal ini diawali dengan rencana pernikahan Dyah Pitaloka dengan Raja Hayam Wuruk.

Pada saat itu Kerajaan Sunda datang ke Majapahit untuk melakukan pernikahan tersebut. Namun karena ambisi besar Gajah Mada untuk turut menaklukan Kerajaan Sunda.Gajah Mada memaksa Dyah Pitaloka untuk mengakui atas kekuasaan Majapahit.

Mendapatkan penolakan dari Kerajaan Sunda, akhirnya terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara pasukan Majapahit dengan Kerajaan Sunda. Dimana melalui pertempuran itu menewaskan Raja Sunda, dan karena ayah beserta pasukannya gugur, Dyah Pitaloka kemudian melakukan bunuh diri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement