JAKARTA - Komisi III DPR RI meminta pihak kepolisian untuk memberikan tindakan preventif terhadap aktivitas geng motor yang kerap melakukan persekusi. Tujuannya, untuk memberi rasa aman dan kenyamanan masyarakat, khususnya di daerah yang rawan aksi kejahatan.
“Persekusi di lingkungan remaja memang saat ini sudah sangat mengerikan. Harus menjadi perhatian lebih bagi kita bersama, terutama tindakan dari penegak hukum,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto dalam keterangannya, Rabu (4/10/2023).
Dorongan itu dilayangkan lantaran melihat berbagai aksi persekusi geng remaja yang belakangan terjadi. Salah satunya, tindakan pengeroyokan komplotan gangster terhadap pasangan suami istri (pasutri) di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
Komplotan yang merupakan geng motor bernama North Side Warrior itu bahkan tak hanya menganiaya, tapi juga sampai membacok korban. Pasutri tersebut turut menjadi korban persekusi saat gangster hendak balas dendam kepada kelompok lain. Barang-barang korban pun ikut dirampas meski pelaku salah sasaran.
Kemudian, ada pula pengeroyokan yang dilakukan oleh geng motor di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara pada Senin 2 Oktober dini hari. Aksi mereka terekam CCTV dan memperlihatkan anggota geng motor membawa senjata tajam, kemudian menyerang seorang warga yang tengah ronda malam.
Akibatnya, korban mengalami luka di bagian tangan maupun leher sehingga mendapat beberapa jahitan di Rumah Sakit Umum Pademangan. Penyerangan tersebut juga membuat warga sekitar menjadi takut dan resah. Apalagi aksi persekusi geng motor sudah beberapa kali terjadi dalam satu bulan ini.