Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Strategi Prabu Siliwangi saat Berkuasa di Pajajaran Ciptakan Keamanan pada Rakyatnya

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 17 Oktober 2023 |06:01 WIB
 Strategi Prabu Siliwangi saat Berkuasa di Pajajaran Ciptakan Keamanan pada Rakyatnya
Raja Padjajaran, Prabu Siliwangi (foto: dok ist)
A
A
A

PRABU SILIWANGI konon mempertahankan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Padjajaran dengan menggunakan unsur magis religius. Strategi ini dilakukan dengan memberikan ancaman berupa kutukan para dewa dan hyang.

Apabila siapa saja yang berani melanggar segala ketentuan yang tetap ditetapkan Kerajaan Pajajaran, maka ia tergolong orang yang tidak beruntung di dunia maupun kehidupan setelah mati. Pada Prasasti Sanghyang Tapak misalnya, menyebutkan tentang adanya kutukan para dewa bagi siapa saja yang melanggar ketentuan raja.

Dengan demikian, walaupun seorang yang melanggar ketetapan tidak mendapat sanksi secara fisik, tetapi aturan tersebut terasa mengena di jiwa masyarakat. Oleh karena era Sri Baduga Maharaja dikenal oleh masyarakat luas dengan seorang raja yang memiliki karisma besar dan titisan dari para dewa.

Potongan kalimat naskah Siksakanda Karesian menyebutkan "tan kreta ja laki (bi) dina urang reya ja loba di sanghyang siksa", yang "artinya yang tidak merasa tenteram adalah rumah tangga yang telah melanggar Sanghyang Siksa". Sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" dikisahkan, kitab Sanghyang Siksakanda ng Karesian dipercaya Kerajaan Pajajaran sebagai kitab luhur.

Sudah sepantasnya setiap masyarakat mematuhi aturan yang ada di dalamnya. Siapa saja tidak mematuhi, maka akan sebagai balasannya mendapat hukuman setimpal. Menyadari hal di atas, guna mengantisipasi kejahatan di masyarakat, Sri Baduga Maharaja telah memiliki taktik dengan menunjukkan Siksakanda Karesian sebagai bentuk aturan negara.

Ia menciptakan keadilan menggunakan pedoman kitab ini, sehingga masyarakat pun mematuhi kitab tersebut. Bahkan kitab Siksakanda Karesian telah dipelajari secara luas oleh masyarakat Sunda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement