JAKARTA - Saat ini, penduduk Indonesia sebagian besar merupakan generasi Z dan milenial, yang berusia 16 hingga 40 tahun dan tergolong dalam usia kerja. Hal ini sejalan dengan bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia kerja jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduk usia tidak bekerja.
Tujuan utama pemerintahan saat ini adalah mengembangkan sumber daya manusia untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas pada tahun 2045. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan berdaya saing.
Dalam rangka itu, pemerintah pun sudah menyiapkan Undang-Undang RPJPN 2025-2045 yang ditargetkan rampung pada September 2023. Seperti yang sering digaungkan, di usia 100 tahun kemerdekaan (2045), Indonesia diharapkan menjadi negara maju. Sebuah mimpi yang tidak muluk-muluk, dan semoga dapat terwujudkan.
Sebagai pengampu dokumen RPJPN 2025-2045, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas telah menyusun tuntas dokumen RPJPN 2025-2045 secara utuh. Mereka melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang membantu menyempurnakan tujuan dan sasaran pembangunan untuk mewujudkan impian Indonesia menjadi negara maju.
Menuju Indonesia Emas 2045 mungkin masih harus menunggu 25 tahun lagi. Namun benih berkualitas tinggi telah ada sejak saat ini. Anak-anak dan bayi ada di sekitar kita tahun ini, merekalah yang akan memimpin negara ini pada tahun 2045. Di tangan mereka yang masih bayi dan anak kecil saat ini, masa depan dan nasib negara ini berada di tangan mereka.
Lonjakan kelahiran yang diperkirakan akan meledak pada tahun 2020 dan 2021 akibat situasi pandemi patut mendapat perhatian khusus. Anak yang lahir pada tahun tersebut akan menjadi penduduk usia produktif pada tahun 2045.
Pada tahun 2045, Indonesia akan menikmati keunggulan demografi, yakni 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produksi (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30 persen merupakan kelompok penduduk tidak produktif (di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun) pada periode 2020-2045.
Apabila bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan menimbulkan dampak negatif antara lain permasalahan sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang buruk, pengangguran dan tingginya angka kriminalitas. Melihat kenyataan yang akan dihadapi Indonesia, bonus demografi tidak bisa dihindari.
Generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan harus diterapkan sejak dini menuju impian Indonesia menjadi generasi emas 2045.
Ganjar Pranowo, yang merupakan mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode dan Calon Presiden Indonesia 2024 menyebut jika kualitas pendidikan di Indonesia erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan. Apalagi bagi generasi muda yang kelak akan mewarisi Indonesia.
Ada 4 aspek yang diyakini oleh Ganjar harus ada pada SDM dari generasi muda yang memiliki karakter sebagai berikut :