Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terbang ke Korut, Menlu Rusia Puji Hubungan Lebih Erat

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 19 Oktober 2023 |19:34 WIB
Terbang ke Korut, Menlu Rusia Puji Hubungan Lebih Erat
Menlu Rusia Sergei Lavrov mengunjungi Korea Utara (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOWMenteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow telah menjanjikan "dukungan penuh" untuk Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Lavrov, yang sedang melakukan perjalanan resmi ke Korea Utara, juga berterima kasih atas dukungan negara tersebut terhadap Ukraina.

Perjalanannya yang sedang berlangsung ini membuka kemungkinan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke negara tersebut.

Saat penyamburan resmi pada Rabu (18/10/2023), Lavrov menjanjikan “dukungan penuh” Moskow untuk Kim dan menuduh AS dan sekutunya melancarkan “perang melawan federasi Rusia”.

Dia juga mengatakan bahwa dia berada di sana untuk membahas penerapan pengaturan yang dibuat ketika Putin dan Kim bertemu bulan lalu, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Tidak jelas apakah Lavrov akan bertemu dengan Kim selama kunjungannya saat ini, seperti yang dilakukannya pada kunjungan terakhirnya ke Pyongyang pada 2018.

Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) mengatakan Korea Utara mulai mengirim senjata dalam jumlah besar ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.

Kunjungan dua hari Lavrov ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Kim selama berhari-hari ke Rusia pada September lalu. Kunjungan Kim ini menjadi perjalanan pertama ke luar negeri sejak pandemi ketika Kim bertemu dengan Putin untuk membahas “kemungkinan” kerja sama militer.

Sebelumnya pada Juli lalu, menteri pertahanan Rusia juga mengunjungi Korea Utara dan diperlihatkan senjata terbaru negara tersebut, termasuk rudal balistik antarbenua Hwasong.

Namun Washington telah memperingatkan bahwa Moskow membeli senjata dari Pyongyang untuk perang melawan Ukraina, dan mengatakan bantuan apa pun dari Korea Utara akan melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada Jumat (13/10/2023), AS merilis informasi intelijen dan bukti, yang menurut mereka menunjukkan transfer amunisi dan artileri telah dimulai.

Citra satelit menunjukkan 300 kontainer telah dikirim dari pelabuhan Nanjin di Korea Utara ke Dunay di pantai timur Rusia pada awal September lalu, dan kemudian diangkut ke gudang militer dekat Tikhoretsk, dekat perbatasan Ukraina.

Para ahli sebelumnya mengatakan kepada BBC jika Moskow tertarik pada senjata Korea Utara karena kompatibilitasnya dengan sistem senjata Rusia.

Korea Utara memiliki persediaan senjata yang besar karena konfliknya yang belum terselesaikan dengan Korea Selatan. Kedua negara secara teknis masih berperang.

Sanksi internasional dan pembatasan akibat pandemi – yang baru saja mulai dilonggarkan akhir-akhir ini – telah menyebabkan perekonomian Korea Utara berada dalam kondisi yang buruk, dan negara tersebut kekurangan kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan.

Beberapa analis yakin Kim akan meminta bantuan kemanusiaan selama dugaan kesepakatan senjata dengan Rusia pada September lalu. Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa Pyongyang mungkin enggan menyerahkan terlalu banyak amunisi mengingat relatif kurangnya sumber daya.

Selama enam bulan terakhir, Korea Utara dan Rusia telah berjanji untuk memperdalam hubungan satu sama lain karena kedua negara semakin terisolasi di panggung dunia.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement