Oleh karena itu, para ulama dan kiai yang hadir pun sepakat untuk mendukung pasangan Ganjar-Mahfud untuk terus berkomitmen dalam pemberantasan paham radikalisme serta Intoleransi di Indonesia.
Menurut dia, paham radikalisme berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia begitu juga sikap Intoleransi yang dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
BACA JUGA:
"Saya sangat berharap pasangan ini komitmen dan istiqomah ke depannya, memerangi celah-celah radikalisme. Insyaallah, kita berharap karena sejarah pengalaman beliau sudah membuktikan," kata Kiai Udi.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, dia juga membeberkan langkah-langkah yang telah dilaksanakan secara swadaya oleh para pengurus pondok pesantren untuk menangkal paham radikalisme masuk ke para santri dan masyarakat.
Pendekatan yang dilakukan pihak pondok pesantren menyesuaikan dengan bahasa dan budaya lokal agar mereka bisa lebih mengerti bentuk dan bahaya dari paham radikalisme.
"Yang pertama yang kami tekankan ke masyarakat yaitu, taat kepada ulil amri. Itu hal yang terkecil saja dulu. Setelah itu kita mencintai keberagaman masyarakat. Dan, masih banyak bahasa-bahasa yang kita sampaikan kepada masyarakat tentu dengan pemahaman-pemahaman di masyarakat," tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )