Rata-rata 1 desa mendapatkan 10.000 liter air bersih dari para relawan.
Ketua Relawan GPRI Tjahyono mengatakan pihaknya memilih tasyakuran dengan aksi sosial yang bermanfaat seperti droping air bersih daripada tasyakuran dengan hanya bersenang-senang.
"Masyarakat butuh aksi nyata, mudah-mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk kita," ujar Tjahjono, Jumat (20/10/2023).
Sementara itu salah satu warga Desa Somorejo bernama Sutejo, mengatakan, bantuan air bersih ini sangat dibutuhkan warga. Pasalnya, di desa tersebut warga sangat kesulitan mencari air saat kekeringan.
Kekeringan di Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen sudah terjadi sekitar 3 bulan. Sumur warga banyak yang mengering karena lama tidak turun hujan.
"Kami sangat berterimakasih sekali dengan bantuan ini," ujar Sutejo.
(Angkasa Yudhistira)