Bung Karno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams, menuturkan semangatnya yang membara untuk bisa menaklukkan noni-noni Belanda, agar bisa menjadi pacarnya. Bukan saja karena rasa penasarannya sebagai laki-laki menaklukkan gadis bangsa penjajah, namun dia memiliki tujuan lain, yakni agar cepat mahir berbahasa Belanda.
Sebagai pemuda yang mengaku tampan selagi muda, Bung Karno penuh percaya diri ‘mengejar’ gadis-gadis kulit putih. Dengan kepandaian otaknya, penampilannya yang percaya diri, serta dengan tampangnya yang tampan, Soekarno muda mulai mendapatkan gadis-gadis putih idamannya.
Soekarno ingat betul namanya yakni Mien Hessels. Seketika, Mien Hessels mampu menutup lembaran-lembaran indah Soekarno dengan wanita lainnya.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.