Sementara raja tinggal di sebuah istana yang memiliki 330 buah tiang kayu yang masing-masing sebesar peti anggur, sedangkan tingginya mencapai 5 fathom, dimana satu fathom sama dengan 1,8 meter, atau diperkirakan mencapai 9 meter. Bagian atas tiang diberi hiasan yang indah.
Bagaimanapun, tentu kota inilah yang pada tahun 1690 M masih sempat disaksikan secara langsung oleh Winkler ketika ia berkunjung ke Sunda. Tome Pires mengungkapkan, bahwa ibu kota yang bernama Pakuan tersebut terletak di antara dua buah sungai besar yang mengalir sejajar. Jadi, ketika akhir abad ke-17 M, Pakuan juga dikenal sebagai ibu kota atau pusat kerajaan, dan bukan nama kerajaan itu sendiri. Hal ini didukung oleh berita-berita yang lebih tua.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.