Tapi karena satu hal, WR Soepratman hanya mendendangkannya dengan biola buatan Nicolaus Amateus Fecit. Hal tersebut karena pada saat itu, kongres para pemuda Indonesia dipantau langsung oleh PID (Politike Inlichtingen Dienst) atau Dinas Politik dan Intelijen Hindia Belanda.
“Ya, gelaran Kongres Pemuda II itu memang dipantau langsung intel Belanda. Tidak hanya dari luar, mereka bahkan masuk dan hadir dalam kongres. Makanya saat itu, lagu ‘Indonesia Raya’ tidak disertai liriknya,” mengutip pemberitaan Okezone.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.