JAKARTA- Kisah Soeharto yang pernah merasa kelelahan jadi presiden Indonesia. Seperti diketahui dia menjabat sebagai Presiden RI selama 31 tahun dengan masa bakti 1966-1998.
Bukan perkara mudah bagi Presiden Soeharto memimpin negara selasa lebih dari dua dekade. Di Balik keberhasilannya, terdapat kisah menarik tentang kelelahan yang dialami Soeharto selama menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.
Berikut adalah kisah Soeharto yang pernah merasa kelelahan jadi presiden Indonesia:
Soeharto memulai karier politiknya sebagai seorang perwira TNI pada 5 Oktober 1945. Selama di kemiliteran, dia sempat menjadi sersan tentara KNIL, komandan PETA, komandan resimen berpangkat Mayor, dan komandan Batalyon berpangkat Letkol.
Situasi politik Indonesia semakin memburuk setelah terjadinya peristiwa G-30-S/PKI. Pada bulan Maret 1967, diadakanlah Sidang Istimewa MPRS yang menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden dan dikukuhkan sebagai Presiden RI kedua.
Soeharto memimpin negara selama lebih dari tiga dekade melalui enam kali Pemilu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998. Pada periode kelima kepresidennya, Soeharto sudah berniat untuk turun dari tampuk kekuasaan.
Namun, rencananya itu tidak terlaksana karena adanya desakan dari sejumlah politisi dan kelompok kepentingan di sekitarnya.
Pak Harto sempat mengundang Emil Salim, menteri yang telah mendampinginya selama 20 tahun, untuk datang ke kediamannya di Jalan Cendana 8, Menteng, Jakarta Utara.
Pada pertemuan tersebut, Soeharto mengungkapkan keinginannya untuk tidak lagi masuk dalam kabinet berikutnya. Emil Salim merasa lega dengan keputusan tersebut dan mengungkapkan bahwa ia juga telah merasa jenuh sebagai menteri.
Pernyataan tersebut Emil Salim ungkapkan dalam bunga rampai Pak Harto: Sisi-Sisi yang Terlupakan.
"Ternyata, cerita yang panjang lebar itu merupakan pengantar. Inti pesannya adalah bahwa Pak Harto ingin mengabarkan bahwa saya tidak akan masuk lagi dalam kabinet berikutnya," tutur Emil Salim.
Soeharto pernah mengungkapkan keinginannya untuk pensiun sebagai presiden. Beliau merasa kelelahan dan istri tercintanya, Ibu Tien, juga meminta supaya Soeharto lengser dari jabatannya.
Meskipun ada desakan dari beberapa kolega dan orang terdekatnya, Soeharto tetap bersedia dicalonkan kembali sebagai presiden. Salah satunya, Soeharto didesak oleh Dewan Pembina Golkar yang melakukan penjaringan aspirasi rakyat tahun 1997.
Aspirasi tersebut menunjukan bahwa 92% responden menginginkan Soeharto tetap menjadi presiden.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.