Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kelompok Rawan Penularan Cacar Monyet Akan Diawasi Ketat, Vaksin Mulai Digulirkan

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Kamis, 02 November 2023 |12:08 WIB
Kelompok Rawan Penularan Cacar Monyet Akan Diawasi Ketat, Vaksin Mulai Digulirkan
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memerintahkan Dinas Kesehatan serta jajarannya untuk mengawasi ketat kelompok yang rawan menularkan penyakit cacar monyet.

Hal tersebut disampaikan Heru usai dirinya meninjau rehabilitasi gedung kantor Kelurahan Palmeriam, Kamis (2/11/2023)

"Sekali lagi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan tracing ketat terhadap kelompok-kelompok tertentu," ujar Heru.

Untuk itu ia meminta kepada jajarannya untuk melakukan tracing mencegah penyebaran cacar monyet semakin meluas.

"Maka di Jakarta kita tracing terus," jelas Heru.

Heru menyebutkan kenaikan kasus cacar monyet di Jakarta sebagai hal yang harus menjadi perhatian serius.

"Meningkatpun ada yang memang harus divaksin, ada yang memang terindikasi, semuanya kita lokalisir," tambahnya.

Perihal cakupan untuk vaksin cacar monyet disebut Heru akan terus ditingkatkan.

"Ya mereka (suspek) akan kita berikan vaksinasi. Nanti ada Dinas Kesehatan yang menangani prosesnya," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui seluruh pasien positif cacar monyet pada umumnya merupakan laki-laki usia produktif antara 25-50 tahun.

Meskipun awalnya berasal dari luar negeri, hasil penelusuran Kementerian Kesehatan RI diketahui 6 pasien Monkeypox juga merupakan Orang Dengan HIV (ODHIV), dan memiliki orientasi Biseksual.

 BACA JUGA:

Penderita cacar monyet diketahui pada umumnya memiliki faktor perilaku seks beresiko (homo seksual dan seks bebas) dengan ciri-ciri muncul lesi dan ruam kemerahan, dan diikuti dengan demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tenggorokan, myalgia, ruam, dan sulit menelan.

Penularan terjadi dari manusia ke manusia karena kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi.

(Nanda Aria)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement