Selain karena alasan kemanusiaan, Ali menjelaskan bahwa dengan pecahnya perang antara Israel-Palestina saat ini, negara negara yang sering mengalami perselisihan dengan AS atau menganggap negeri Paman Sam tersebut sebagai “musuh” akan saling bersatu dan membersamai pejuang Hamas sebagai sekutu.
“Semua musuh-musuh AS di kawasan ini saling berkonsultasi dan semakin mendekatkan diri, dan mungkin akan tiba saatnya mereka bergabung dalam perang bersama-sama, dan menjadikan AS hanya masa lalu” tegas Ali.
RFA pada bulan Oktober juga melaporkan bahwa Hamas sepertinya menggunakan senjata dari Korea Utara dalam serangan mendadaknya terhadap Israel. Isu ini juga sudah dikonfirmasi oleh militer Israel jika hal tersebut adalah sebuah fakta.
Namun Michael O’Hanlon, seorang peneliti senior program kebijakan luar negeri di The Brookings Institution, menanggapi keberpihakan Korea Utara terhadap Palestina dengan ragu. Dimana ia menyebutkan bahwa Kim tidak akan mau untuk menerima resiko atas keberpihakannya terhadap Hamas.
“Saya tidak menanggapi komentar ini dengan serius karena Kim Jong-Un tidak akan mengambil resiko untuk membantu Hamas,” kata Michael.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.