JAKARTA - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD, Dr. Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, menyampaikan pasangan calon (Paslon) yang diusung PDI Perjuangan, Partai Perindo, PPP dan Hanura, adalah bukan tokoh mitos. Tokoh mitos adalah mereka yang mengumbar janji atau rekam jejak yang tak bisa dipertanggungjawabkan, namun menurut TGB, Ganjar-Mahfud memiliki bukti historis yang konkrit.
TGB menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam acara 'Deklarasi Jaringan Alumni HMI dan Muslimin Indonesia Pro Ganjar-Mahfud di Jakarta Concert Hal (JCH) iNews Tower, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (14/11/2023) siang tadi.
"Modal terbesar bagi bapak Ganjar Pranowo dan bapak Mahfud MD adalah rekam jejak beliau berdua. Keduanya katakan lah bukan tokoh mitos, semuanya tokoh historis. Bisa dicek rekam jejaknya," jelas TGB.
Menurut mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini, Ganjar Pranowo ketika menjadi Gubernur Jawa Tengah selama 10 tahun, berhasil menjaga tingkat kesenjangan ekonomi dan sosial di bawah rata-rata nasional. TGB menuturkan rasio kemiskinan di Jawa Tengah itu 0,36 di bawah rata-rata tingkat rata-rata nasional, 0,38.
"Jadi kalau kita bicara tentang kesejahteraan merata, apa yang ditunjukkan bapak calon presiden kita, Ganjar Pranowo, membuktikan beliau berhasil menurunkan tingkat ketimpangan di Jawa Tengah," kata TGB.
Sedangkan untuk Mahfud MD, TGB menyebut sosoknya dengan istilah bahasa arab. Dia mengatakan Mahfud MD memiliki karya yang tidak perlu lagi dibahas di publik.
"Kalau kata orang-orang, pak Mahfud MD itu Ammaluhu yughni anil qolfu, apa yang dikaryakan itu sudah cukup tidak perlu dipertanyakan. Tak usah kita banyak bicara rekam jejak beliau khususnya dalam penegakan hukum," ungkap TGB.
Senada dengan TGB, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo menyampaikan pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai sosok pemimpin yang family man. Hary Tanoesoedibjo yang akrab disapa HT ini menyebutkan sosok kedua paslon yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Perindo, PPP dan Hanura itu cocok membangun budaya timur yang khas dengan Nusantara.
"Beliau berdua adalah Family man, pemimpin yang cocok untuk membangun lagi budaya timur di negara kita. Banyak dari anak-anak kita sudah mulai terpengaruh dengan budaya barat," ujar HT saat sambutannya
Ayah dari Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo itu menjelaskan budaya timur menjadi tanggung jawab dari setiap warga Indonesia. Untuk itu, figur pemimpin Ganjar-Mahfud menjadi representasi dari nilai-nilai kekeluargaan yang khas Nusantara.
"Tidak kalah pentingnya, tampilan pemimpin kita ini (Ganjar - Mahfud) sangat representatif budaya Nusantara," terang HT.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.