Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesaksian Tokoh Ansor saat G30S : PKI Dengar Suara Takbir Langsung Kabur Pontang-panting

Solichan Arif , Jurnalis-Kamis, 16 November 2023 |05:01 WIB
 Kesaksian Tokoh Ansor saat G30S : PKI Dengar Suara Takbir Langsung Kabur Pontang-panting
Tokoh Ansor, Chuldori Hasyim (foto: MPI/Solichan)
A
A
A

Menurut Chudlori, situasi akar rumput di Blitar sebelum dan sesudah G30S sudah memanas. Massa Ansor dan pengikut PKI, terutama BTI dan Pemuda Rakyat saling curiga. Di beberapa tempat, di antaranya wilayah Kecamatan Gandusari, Ansor-PKI nyaris bentrok fisik. Pemicunya adalah aksi sepihak PKI.

Memang, pasca-dilarangnya Masyumi dan terbelahnya PNI, NU dan PKI terkerek menjadi dua besar pemenang Pemilu 1955.

"Banyak warga NU pemilik tanah yang merasa resah dengan aksi sepihak orang-orang PKI," kenang Chudlori.

Tepat hari ke-14 (14 Oktober 1965) pascapembunuhan para Jenderal, instruksi rahasia itu datang. Perintah yang membonceng kabar penculikan jenderal itu muncul dalam sebuah rembug (rapat) khusus pimpinan Ansor. Rapat yang merumuskan perlawanan terhadap aksi sepihak orang-orang PKI.

Chudlori ada di sana. Karena dia memang termasuk salah satu pimpinan. Ia masih ingat perintah itu diutarakan secara lisan. Tanpa banyak berdebat, instruksi langsung disepakati dan disebar cepat ke anggota Ansor Banser anak cabang (kecamatan) dan ranting (desa).

"Isinya (perintah) setiap kader Ansor dan Banser untuk menyiapkan senjata tajam dalam menghadapi PKI," tuturnya.

Sayang, Chudlori enggan membeberkan hulu dari pembawa pesan. Ia hanya menandaskan perintah kader Ansor Banser menyiapkan sajam muncul dalam rapat. "Munculnya ya di dalam rapat," cetusnya.

Setelah perintah rahasia disebar, Ansor dan Banser mulai dari tingkat anak cabang dan ranting langsung bergerak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement