Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pesawat Tempur Perang Dunia II Peninggalan Jepang Mengawal Kemerdekaan RI

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 17 November 2023 |05:03 WIB
Pesawat Tempur Perang Dunia II Peninggalan Jepang Mengawal Kemerdekaan RI
Pesawat Hayabusha (Foto: Ist)
A
A
A

Seolah mendapat lampu hijau, dua pesawat Cureng, satu Guntei dan satu Pembom Hayabusa pun dipersiapkan dengan tingkat kerahasiaan tinggi. Para teknisi pun tak tahu alasan mereka memodifikasi sejumlah pesawat agar bisa dipasangi sejumlah bom di bawah sayap pesawat, hingga hari H serangan, 29 Juli.

Sayangnya, Pesawat Hayabusa “Pangeran Diponegoro I” hingga beberapa jam pemberangkatan serangan, belum juga bisa diperbaiki. Sebab itu, hanya diterbangkan dua Pesawat Cureng dan satu Guntai dengan sasaran militer Belanda di Semarang dan Salatiga, Jawa Tengah, sebagaimana rancangan Wakil KSAU Urusan Operasi, Komodor Udara Abdul Halim Perdanakusuma.

Salah satu pesawat yang tersisa saat itu adalah Nakajima Ki-43 Hayabusa "Alap-alap kawah". Pesawat tersebut merupakan pesawat tempur yang digunakan Pasukan Udara Angkatan Darat Kekaisaran Jepang saat Perang Dunia II.

Kala itu, Jepang awalnya memposisikan sebagai saudara tua bagi Indonesia dengan membawa semangat 3A, yaitu Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Namun, penjajahan Jepang malah banyak memberikan kerugian terhadap rakyat Indonesia.

Melansir TNI AU, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda III Hanandjoeddin terbang menggunakan pesawat pemburu Hayabusa dari Pangkalan Udara Bugis, Malang ke Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta pada 17 Maret 1947 atau tepat 75 tahun silam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement