Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dendam Leluhur, Jayakatwang dan Arya Wiraraja Memberontak Serang Kerajaan Singasari

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 20 November 2023 |06:57 WIB
Dendam Leluhur, Jayakatwang dan Arya Wiraraja Memberontak Serang Kerajaan Singasari
Ilustrasi (Foto : Freepik)
A
A
A

DENDAM membuat Jayakatwang melakukan pemberontakan ke Kertanegara, Raja Singasari terakhir. Saat itu sosok Kertanagara memang kerap berseberangan dengan beberapa pihak termasuk sang pembisik serangan Jayakatwang, yakni Arya Wiraraja.

Arya Wiraraja sendiri dahulunya merupakan pejabat tinggi di Istana Singasari. Tetapi beberapa kali kebijakan dan pendapatnya berseberangan dengan Kertanagara yang menjadi raja. Alhasil itu membuat Arya Wiraraja juga dimutasi jabatannya menjadi Adipati di Madura.

Di sisi lain, dendam Jayakatwang diketahui betul oleh Arya Wiraraja. Jayakatwang memang yang menjabat sebagai Bupati Gelang-gelang masih menyimpan dendam dari leluhurnya Kertajaya yang telah dikalahkan oleh leluhur Kertanagara, yakni Ken Arok.

Suatu ketika Jayakatwang menerima kedatangan anak dari Arya Wiraraja, Wirondaya sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita". Wirondaya bertemu Jayakatwang untuk menyampaikan pesan surat dari ayahnya.

Surat itu berisi anjuran agar Jayakatwang melakukan pemberontakan karena Singhasari sedang dalam keadaan kosong, ditinggal sebagian besar pasukannya ke luar Jawa. Jayakatwang melaksanakan saran Arya Wiraraja.

Karenanya, Jayakatwang mengirim pasukan kecil yang dipimpin Jaran Guyang untuk menyerbu Singasari dari utara. Mendengar kabar itu, Kertanagara mengirim pasukannya yang dipimpin Dyah Wijaya atau Raden Wijaya menantunya untuk menghadapi pasukan Jaran Guyang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement