Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asal Usul Batavia yang Disebut Kota Tahi oleh Prajurit Mataram

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Kamis, 23 November 2023 |22:01 WIB
Asal Usul Batavia yang Disebut Kota Tahi oleh Prajurit Mataram
Ilustrasi untuk asal usul Batavia yang disebut sebagai Kota Tahi oleh Prajurit Mataram (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA- Mungkin tidak banyak yang tahu mengenai asal usul Batavia yang disebut Kota Tahi oleh prajurit Mataram. Sementara jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, ibu kota Jakarta diberi nama sebagai Kota Batavia oleh para penjajah Belanda.

BACA JUGA:

Peristiwa Hari Ini: JP Coen Taklukkan Jayakarta dan Dirikan Batavia 

Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (23/11/2023), terdapat kumpulan catatan sejarah, bahwa nama Batavia diambil dari sebuah suku Germanik yang tinggal di tepi sungai Rhein pada zaman Kekaisaran Romawi.

Suku tersebut diketahui merupakan nenek moyang dari bangsa Belanda dan sebagian bangsa Jerman.

Selama masa keemasannya, Batavia memiliki berbagai macam julukan. Yang paling parah adalah julukan Kota Tahi yang disematkan oleh prajurit Mataram. Namun bila ditelisik berdasarkan asal usul Batavia hingga disebut Kota Tahi ternyata cukup menarik.

Bermula dari ambisi Sultan Agung, seorang raja di Kerajaan Mataram pada 1613-1645 yang ingin mengalahkan VOC. Mataram pun melancarkan serangan ke Batavia sebanyak dua kali, yakni pada 1628 dan 1929.

Kedua serangan tersebut sayangnya mengalami kekalahan. Menariknya, pada serangan pertama di bawah komando Tumenggung Bahureksa dan Ki Mandurareja, para prajurit Mataram mengalami kejadian luar biasa.

Para prajurit yang berjumlah puluhan ribu tersebut awalnya mencoba mendekati Fort Holland. Jan Pieterszoon Coen selaku Gubernur Jenderal VOC (1619-1623 dan 1627-1629) yang tidak pernah menganggap remeh prajurit Mataram pun memberikan kesaksian.

Dalam laporannya kepada Dewan Hindia tertulis pada 3 November 1628, Coen menjelaskan jika prajurit Mataram datang dengan membawa tangga serta alat pelatak untuk menghancurkan tembok-tembok.

Namun, pihak Belanda yang berjumlah 24 orang berhasil memberikan perlawanan gigih hingga prajurit Mataram mundur.

Dalam buku karya Johan Neuhof yang berbahasa Jerman dan diterjemahkan ke bahasa Belanda dengan judul Die Gesantschaft der Ost-Indischen Geselschaft in den Vereinigten Niederlaendern an Tartarischen Cham (1669), terungkap bahwa pada malam itu garnisun VOC sangat kewalahan menghadapi prajurit Mataram. Mereka bahkan memunguti batu-batu sebagai ganti bola besi untuk meriam. Sayangnya, usaha tersebut belum melunturkan semangat prajurit Mataram.

Namun Sersan Hans Madelijn yang saat itu masih berusia 23 tahun tiba-tiba mendapatkan ide cemerlang. Dirinya spontan meminta anak buahnya untuk mengumpulkan sekeranjang penuh tinja.

Setelah itu, Madelijn meminta anak buahnya untuk melempar tinja tersebut ke tubuh prajurit Mataram yang sedang merayap di dinding Hollandia. Alhasil, prajurit Mataram pun mundur dengan mengumpat, “O, seytang orang Hollanda de bakkalay samma tay!” atau “O, setan orang Belanda berkelahi sama tahi”.

Karena itulah, Batavia disebut Kota Tahi oleh prajurit Mataram.

(Hafid Fuad)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement