4. Sultan Mahmud Badaruddin II
Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan raja di Kesultanan Palembang-Darussalam. Pada masa pemerintahannya, Sultan Mahmud Badaruddin II pernah beberapa kali melakukan perlawanan terhadap Inggris dan Belanda. Sayangnya, dirinya kemudian gugur setelah ditangkap dan diasingkan ke Ternate.
5. Keumalahayati
Keumalahayati adalah seorang pejuang perempuan yang memimpin pasukan Inong Balee dalam perlawanan menghadapi pasukan Belanda di Aceh. Perempuan yang dikenal dengan nama Malahayati ini merupakan keturunan dari Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV bernama Laksamana Mahmud Syah.
6. Andi Mappanyukki
Andi Mappanyukki adalah salah seorang bangsawan di Sulawesi Selatan. Dirinya merupakan putra dari Raja Gowa ke XXXIV. Semasa hidupnya, Andi Mappanyukki memimpin para raja di Sulawesi Selatan untuk bersatu dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1950.
7. Sultan Nuku Muhammad Amiruddin
Sultan Nuku Muhammad Amiruddin adalah putra kedua dari raja Kesultanan Tidore, Sultan Jamaluddin. Semasa hidupnya, Sultan Nuku selalu berperang melawan penjajah di wilayah kerajaannya selama kurang lebih 25 tahun.
8. Pong Tiku
Pong Tiku adalah putra dari salah seorang panglima perang yang menguasai Sulawesi Selatan bernama, Siambe' Karaeng. Semasa hidupnya, Pong Tiku pernah memimpin wilayah Baruppu hingga kemudian naik tahta menjadi raja Pangala setelah ayahnya meninggal.