Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Penghancuran Pasukan Mongol oleh Raden Wijaya, Diajak Pesta Sebelum Dihabisi

Nanda Aria , Jurnalis-Selasa, 28 November 2023 |06:12 WIB
Kisah Penghancuran Pasukan Mongol oleh Raden Wijaya, Diajak Pesta Sebelum Dihabisi
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A
A
A

Hal itu dikarenakan permohonan para putri yang dijanjikan yang masih trauma dengan senjata dan peperangan yang sering kali terjadi.

Raden Wijaya minta izin pulang ke Majapahit. Dia beralasan ingin menyiapkan upeti bagi kaisar. Dia pulang dengan dikawal dua perwira dan 200 prajurit.

Kemudian diadakan pesta besar-besaran untuk merayakan kemenangan mereka, yang disambut dengan antusias oleh seluruh bala tentara Mongol, arak disajikan dalam jumlah besar, seluruh pasukan Mongol berpesta pora.

 BACA JUGA:

Setelah seluruh pasukan Mongol larut dalam suasana kemenangan, tiba-tiba pasukan Raden Wijaya menyerang Prajurit Mongol yang berkemah di Daha dan Canggu.

Serangan Pasukan Raden Wijaya yang mendadak tidak diperhitungkan oleh Tentara Mongol.

Tentara Mongol kalang kabut dihantam oleh pasukan Raden Wijaya. Mereka yang selamat berlari menuju ke kapal mereka di muara Kali Brantas.

 BACA JUGA:

Hal ini diikuti oleh pengusiran pasukan Mongol Tar Tar baik di pelabuhan Ujung Galuh (Surabaya) maupun di Kediri oleh pasukan Madura dan laskar Majapahit.

Peristiwa kekalahan Pasukan Mongol di tanah Jawa terus dikenang oleh Dinasti Yuan. Tercatat dalam arsip Dinasti Yuan, termasuk dalam catatan Marcopolo.

Mongol kehilangan 3.000 prajurit. Panglimanya, Shin Bi dan Iki Mese dihukum. Mereka gagal menunaikan tugas. Sisanya kembali ke Tiongkok pada 24 April 1293.

Dua tahun setelah Kertanegara dihabisi Jayakatwang, Khubilai Khan wafat pada 18 Februari 1294. Pasukan Mongol pulang dengan membawa lebih dari 100 tawanan, peta, daftar penduduk, surat bertulis dari Bali, dan barang lainnya yang bernilai sekira 500 ribu tail perak.

Beberapa bulan kemudian setelah suasana kondusif, Raden Wijaya mendirikan kerajaan baru di Kawasan hutan Tarik dengan nama Kerajaan Majapahit pada tanggal 15 Kartika 1215 Saka atau 10 November 1293, bergelar Prabu Rajasa Jayawardhana.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement