JAKARTA - Perang antara Pejuang Kemerdekaan Palestina dan Israel yang memicu bencana kemanusiaan di wilayah Gaza dan sekitarnya, telah mendorong gerakan solidaritas masyarakat Indonesia. Berbagai elemen masyarakat mulai dari lembaga pemerintahan, hingga driver ojol secara spontan menunjukkan dukungannya lewat berbagai cara.
Dilansir dari siaran pers (14/11/2023), BAZNAS RI telah mengirimkan tambahan 50 ton bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Bantuan yang berasal dari berbagai pihak ini, termasuk donasi senilai Rp3,5 miliar dari Grab & OVO, diangkut menggunakan kapal TNI AL dan dikirimkan dari Markas Komando Kolinlamil Jakarta.
Ketua BAZNAS RI, KH. Noor Achmad, mengatakan, pengiriman bantuan tidak akan berhenti pada pengiriman 50 ton, tapi akan terus mengirimkan bantuan melalui tahap-tahap selanjutnya.
"Kami bersyukur kepada masyarakat Indonesia atas respon yang luar biasa. Infak yang telah kami terima mencapai Rp91 miliar, dan ini sudah melebihi dari target yang dicanangkan. Sejauh ini BAZNAS telah menyalurkan sebesar Rp21,2 miliar dengan total 81.943 penerima manfaat. Ini adalah bukti solidaritas kita yang luar biasa," kata Kiai Noor dalam konferensi pers Laporan Penghimpunan dan Pendistribusian Infak Kemanusiaan Palestina BAZNAS, di Jakarta, Jumat (1/12/2023).

Driver ojol di puluhan kota menggelar doa bersama, salat gaib, sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Palestina. dok. Istimewa
Solidaritas Kemanusiaan Driver Ojol untuk Palestina
Di lain sisi, driver ojol pun turut turun ke jalan dalam aksi solidaritas bela Palestina. Dilansir dari berbagai sumber, ribuan driver Grab di puluhan kota menggelar doa bersama, salat gaib, hingga membagikan bendera Palestina dan semangka.
Ribuan driver Grab di puluhan kota berkumpul dan menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat Palestina. Aksi solidaritas di berbagai kota ini telah berjalan sejak 10 November lalu dan tersebar lewat unggahan medsos komunitas dan media online lokal hingga aplikasi pesan singkat.
Bagi para driver, peristiwa peperangan di Palestina melahirkan rasa luka yang mendalam bagi sesama manusia karena ini adalah tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan. Hedri, driver Grab yang bekerja di Bandung, mengaku miris dengan bencana kemanusiaan yang terjadi di Palestina dan berharap semua pihak bisa bersatu untuk mendoakan masyarakat Palestina.
"Rasa kemanusiaan kami terusik ketika tempat ibadah bahkan rumah sakit dibom. Makanya kami melakukan doa ini yang semoga diijabah oleh Allah SWT. Senang lihat para driver semangat kumpul demi Palestina," terangnya.
Ribuan driver ojol juga tampak mengikuti kegiatan doa bersama di Jakarta, Makassar, Bandung, Palu, Medan, dan kota-kota lainnya. Di Makassar, ribuan driver mengibarkan bendera Palestina dengan ukuran raksasa sebagai bentuk solidaritas mereka kepada masyarakat Palestina.
Mereka juga membagikan semangka kepada pengguna jalan. Adri, Koordinator Aksi Driver Grab Peduli Palestina di Makassar, mengatakan doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan spiritual untuk kedamaian Palestina.
“Kami driver Grab yang tergabung di beberapa komunitas di Makassar, Gowa, Maros bersatu melakukan doa bersama sebagai bentuk kepedulian solidaritas kami kepada Palestina. Kami membagikan semangka karena hal ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap Palestina,” ucap Adri.
Semangka sempat viral di dunia maya sebagai bentuk dukungan kepada Palestina lantaran beberapa waktu lalu bendera Palestina sempat dilarang di beberapa platform media sosial. Hal senada juga disampaikan koordinator aksi driver Grab Dukung Palestina di Jakarta, Ahmad Kiki.
Menurutnya, dalam hal keberpihakan kepada kemanusiaan, semua pihak harus bersatu, bersama, dan bertindak nyata, dengan memberikan dukungan semampunya.
“Setelah liat Grab ngasih donasi Rp3,5 miliar ke Palestina, kami para driver merasa tergerak untuk ikut melakukan apapun yang kami bisa untuk memberikan dukungan kami terhadap Palestina, meskipun dalam bentuk doa,” ucap Kiki.
(Aris Kurniawan)