Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ambisi Panembahan Senopati Ekspansi Wilayah ke Timur Kuasai Surabaya dan Sekitarnya

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 05 Desember 2023 |06:34 WIB
Ambisi Panembahan Senopati Ekspansi Wilayah ke Timur Kuasai Surabaya dan Sekitarnya
Panembahan Senopati (foto: dok Wikipedia)
A
A
A

KERAJAAN Mataram Islam di bawah kekuasaan Panembahan Senopati terus mencoba memperluas wilayahnya. Ekspansi wilayah pun dilakukan secara besar-besaran ke timur dari Mataram. Tak sedikit politik ekspansi membuat konflik antara Mataram dengan wilayah - wilayah yang menjadi target penaklukannya muncul.

Hampir seluruh wilayah di Jawa bagian tengah dan timur tunduk di bawah Mataram, kecuali Blambangan, yang tetap bertahan belum memeluk agama islam, sebagaimana dicita - citakan Panembahan Senopati. Ekspansi Kerajaan Mataram ketika memasuki abad ke-17 ada tiga kekuatan yang muncul menjadi kekuatan besar.

Tiga kekuatan ini sebagaimana "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II" tulisan Peri Mardiyono, yakni Kesultanan Banten di Jawa Barat, Kesultanan Mataram di pedalaman Jawa Tengah, dan Kadipaten Surabaya di pesisir Jawa Timur. Alhasil Panembahan Senopati mencanangkan target ekspansi ke Surabaya. Ini dikarenakan Adipati Surabaya saat itu dipandang sebagai penguasa yang paling tangguh, dan memiliki banyak daerah bawahan.

Penaklukan Surabaya dianggap secara otomatis daerah - daerah lain di bawah kekuasaan Surabaya menjadi kekuasaan Mataram. Sebelum penaklukan Mataram dan Surabaya, adalah dua kerajaan yang saling bersaing untuk memperebutkan kekuasaan di Jawa Tengah.

Kerajaan Mataram pun mengonsolidasikan kekuatannya dengan menyatukan kerajaan - kerajaan lain, seperti Pajang sekitar tahun 1588, Demak pada 1588, Madiun pada 1590, dan Kerajaan Kediri pada 1591. Mataram juga menjadikan serangan ke Surabaya, obat dari kegagalan ekspansinya ke barat ke wilayah Kerajaan Banten, sekitar tahun 1597 Masehi.

Penaklukan Surabaya juga dipandang Panembahan Senopati sebagai penguasaan wilayah strategis, terutama sebagai basis perdagangan mengingat Surabaya merupakan pusat pelabuhan yang ramai di bagian timur. Kadipaten Surabaya berpusat kira - kira di Kota Surabaya sekarang, tepatnya di pantai utara Jawa Timur, terkenal sebagai kaya dan kuat, kota pelabuhan tercatat sebagai rute perdagangan penting antara Malaka dan kepulauan penghasil rempah-rempah Maluku.

Surabaya juga dikenal dengan sekutu dengan wilayah terdekat Pasuruan, yang membuat kadipaten ini memperluas pengaruhnya ke seluruh bagian timur Pulau Jawa di awal abad ke - 17. Kadipaten Surabaya juga mengontrol daerah Gresik dan Sedayu di Jawa Timur. Bahkan kekuasaan Surabaya, juga menguasai wilayah Sukadana dan Banjarmasin, di Kalimantan Selatan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement