Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Reaksi Mengejutkan Jenderal TNI Si Raja Intel Kala Dibentak Marinir karena Salah Parkir Mobil

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Kamis, 07 Desember 2023 |05:32 WIB
Reaksi Mengejutkan Jenderal TNI Si Raja Intel Kala Dibentak Marinir karena Salah Parkir Mobil
Benny Moerdani. (Foto: Dok Ist)
A
A
A

JAKARTA - Sosok LB Moerdani atau yang kerap disapa Benny Moerdani bukanlah orang sembarangan di dunia militer Indonesia. Sang jenderal yang berjuluk ‘raja intel’ itu ternyata pernah kena semprot prajurit Marinir karena salah parkir kendaraan. Bagaimana reaksinya?

LB Moerdani merupakan perwira intelijen di era Orde Baru. Tidak hanya itu saja, Benny juga menjabat sebagai Panglima ABRI pada periode 1983-1988.

Jenderal dengan pangkat mentereng itu nyatanya tidak marah saat disemprot oleh prajurit Marinir yang pangkatnya berada jauh di bawahnya.

Kejadian ini diceritakan dalam buku biografi berjudul “Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan” yang ditulis oleh Julius Pour, Benny yang pada saat itu memangku sejumlah jabatan penting di biro intelijen pergi ke Markas Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk berjumpa dengan Laksamana Soedomo.

Pria berpangkat mayor jenderal tersebut menyetir mobilnya sendiri tanpa menggunakan seragam dinas ke kantor yang berlokasi di kawasan Medan Merdeka Barat.

Ia pun memarkir mobilnya di lokasi dekat pintu masuk. Di mana tempat tersebut merupakan parkiran khusus perwira tinggi militer. Namun, siapa sangka tiba-tiba seorang prajurit Marinir yang bertugas menjaga kantor Kopkamtib mendatanginya.

Prajurit tersebut datang seraya melontarkan bentakan karena Benny dianggap salah parkir mobil. Mendengar bentakan tersebut, Benny tidak menunjukkan emosi marah sama sekali.

Dirinya justru mengikuti arahan prajurit tersebut untuk memindahkan kendaraannya ke tempat parkir yang lain. Bahkan tanpa bantahan.

“Mungkin memang saya salah sendiri, waktu itu pakai pakaian preman,” ujar jenderal yang pernah menjadi kesayangan Soeharto tersebut.

Padahal, jika mau, Benny Moerdani bisa saja memberi hukuman bagi prajurit Marinir yang membentaknya. Bukan tanpa sebab, berdasarkan tulisan Jurnalis Australia, David Jenkins, Benny memang berwenang menggunakan aturan Kopkamtib untuk menahan orang selama 48 jam atau lebih.

Sedangkan sebagai Kapusintelstrat, Benny bisa mengontrol pasukan Kopassandha sebanyak 5.000 tentara komando ‘Garda Pretorian’ Hankam.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement