Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hujan Deras Akibat Topan Michaung Melanda India, 18 Orang Tewas

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 08 Desember 2023 |18:33 WIB
Hujan Deras Akibat Topan Michaung Melanda India, 18 Orang Tewas
Hujan deras akibat Topan Michaung melanda India tewaskan 18 orang (Foto: PTI)
A
A
A

INDIA - Topan yang melanda pantai selatan India awal pekan ini telah membuat kota Chennai kebanjiran dan kesulitan untuk kembali normal.

Pihak berwenang berusaha membersihkan air hujan dari rumah-rumah dan jalan-jalan di pinggiran kota.

Beberapa warga mengatakan mereka tidak dapat mengakses kebutuhan dasar dan sering mengalami pemadaman listrik.

Setidaknya 18 orang tewas di negara bagian Tamil Nadu, yang beribu kota Chennao, dalam insiden yang berhubungan dengan hujan.

Topan Michaung melanda negara bagian tetangga Andhra Pradesh pada Selasa (5/12/2023). Seorang anak tewas dan kerusakan tanaman parah dilaporkan di sana sebelum topan melemah menjadi depresi berat.

Pada Senin (4/12/2023), curah hujan sekitar 24 cm (9,4 inci) turun di Chennai. Departemen meteorologi India mengklasifikasikan curah hujan di atas 21 cm sebagai "sangat lebat".

Hujan lebat mengingatkan kembali akan banjir mematikan pada tahun 2015 yang menewaskan lebih dari 200 orang di Chennai, salah satu kota terbesar di India yang juga merupakan pusat industri. Para ahli mengatakan bahwa banyak kota di India tidak siap menghadapi kejadian cuaca ekstrem karena konstruksi yang tidak terkendali dan perencanaan kota yang buruk.

Pada Senin (4/12/2023), bandara Chennai yang sibuk ditutup selama sehari setelah landasan pacunya terendam banjir. Puluhan kereta dibatalkan selama tiga hari terakhir. Surat kabar Mint melaporkan bahwa dampak ekonomi dari banjir tersebut diperkirakan akan "parah" karena produksi di beberapa perusahaan terganggu termasuk pemasok Apple, Foxconn.

Pada Kamis (7/12/2023), pejabat kota di Chennai menggunakan peralatan untuk memompa air dari jalan-jalan di pinggiran selatan kota agar kendaraan dapat bergerak.

J Radhakrishnan, komisaris Greater Chennai Corporation, mengatakan kepada BBC Tamil bahwa pihak berwenang telah memompa air sebanyak mungkin setelah hujan terus menerus selama 36 jam. Dia menambahkan, hingga Rabu (6/12/2023) malam, air banjir telah surut di tiga perempat wilayah kota.

Radhakrishnan mengatakan pihak berwenang akan melakukan survei untuk mengidentifikasi area di mana saluran air hujan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Tapi itu prosesnya panjang. Sekarang kami fokus pada upaya penyelamatan,” katanya.

Ribuan orang dievakuasi ke kamp bantuan selama tiga hari terakhir - banyak yang diselamatkan dari rumah mereka yang terendam banjir dengan menggunakan perahu karet dan fiber. Pihak berwenang juga berupaya memulihkan pasokan air minum di beberapa daerah.

Para ahli mengatakan maraknya pembangunan hanya menyisakan sedikit ruang bagi air hujan untuk mengalir.

“Rumah-rumah terendam banjir setiap kali hujan deras karena bangunan-bangunan dibangun di daerah resapan danau dan kolam yang berawa di beberapa pinggiran kota Chennai,” terang David Manohar, seorang aktivis yang mempelajari banjir perkotaan, kepada BBC Tamil.

Raj Bhagat P, pakar geo-analitik, mengatakan kepada Reuters bahwa meskipun sistem drainase air hujan yang lebih baik dapat membendung banjir, hal itu tidak akan banyak membantu selama hujan yang sangat deras.

Pemerintah Tamil Nadu telah meminta bantuan federal sementara sebesar 50 miliar rupee (USD600 juta) untuk negara bagian. Ketua Menteri MK Stalin mengatakan dalam sebuah postingan di X (sebelumnya Twitter) bahwa infrastruktur telah "terkena dampak parah".

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement